Wuling Cortez.

MALANG KOTA – Wuling Motors tampaknya makin serius menggarap segmentasi MPV (multi purpose vehicle) atau mobil keluarga. Setelah tahun lalu meluncurkan Confero, kali ini Wuling Motors menjajal peruntungan lewat Cortez.

Dengan banderol harga Rp 228 juta–Rp 276 juta per unit, Wuling Cortez menyasar pangsa pasar yang lebih high ketimbang Confero. Lalu, apa saja yang membuat Cortez layak jadi pilihan?

Selama dua hari, Sabtu (10/2) dan Minggu (11/2), Wuling Cortez dipajang di hall Matos (Malang Town Square). Keberadaan produk terbaru Wuling Motors itu menarik perhatian pengunjung mal.

Apalagi, dari sisi tampilan, Wuling Motors terbilang menawan. Grill depan berukuran besar membuat mobil ini terkesan mewah.

Sales Consultant Wuling Motors Dani Setiawan menyatakan, Cortez mengadopsi sistem dual transmission i-AMT. Teknologi ini membuat Cortez memiliki transmisi otomatis dengan mekanisme sama seperti manual. Namun, proses perindahan giginya lebih praktis karena keberadaan pedal kopling digantikan actuator elektronik.

Kemudian, Cortez juga punya fitur-fitur yang tergolong lengkap di kelasnya. Di antaranya, hand rem elektrik, sunroof, anti-lock braking system (ABS), electronic brake force distribution (EBD) brake assist (BA), hill hold control (HHC), automatic vehicle holding (AVH), electronic stability control (ESC), hingga electric parking brake (EPB).

”Dengan fitur EBD, rem tangan akan beroperasi secara elektrik. Rem tersebut dapat dioperasikan hanya dengan menarik ke atas tombol di sisi bawah transmisi,” jelas Dani.

Untuk memanjakan penumpang, Cortez dilengkapi dengan layar MID (multi information display) 7 inci. Seluruh bangku Cortez juga dilengkapi colokan USB.

”Dengan kapasitas 7 dan 8 seat, harga yang dibanderol masih relatif terjangkau di kelas medium MPV. Yakni, Rp 228 juta–Rp 276 juta,” ujarnya.

Lebih lanjut Dani menyatakan, Cortez ditawarkan dengan lima pilihan warna. Yakni, Burgundy Red, Starry Black, Dazzling Silver, Sand Brown, dan Pristine White.

Pewarta: Binti Nikmatur
Penyunting: Indra Mufarendra
Copy editor: Dwi Lindawati
Foto: Binti Nikmatur