KOTA BATU – Pemerintah Kota Batu terus meningkatkan kualitas dan kuantitas pertanian di Kota Batu. Terutama pertanian holtikultura. Salah satunya caranya adalah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Fukushima, Jepang, selama 10 tahun ke depan. Hal ini dilakukan agar hasil pertanian Kota Batu bisa go international.

”Kami ingin hasil pertanian mampu menembus pasar global. Makanya kami jalin kerja sama ini,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Batu Sugeng Pramono di sela-sela menerima kunjungan perwakilan Pemerintah Kota Fukushima di ruang kerja wali kota Batu, kompleks Balai Kota Among Tani, kemarin (15/5).

Dia menyampaikan, kunjungan kemarin sudah yang kesekian kalinya. Sehingga, keduanya sudah saling menyepakati kerja sama tersebut. ”Dalam 10 tahun ke depan, kami akan sama-sama memajukan pertanian Kota Batu,” ucap Sugeng.

Lebih lanjut, pada tahun 2018 hingga 2019 bakal dilakukan studi kelayakan dan penguatan sistem manajemen. Dengan begitu, pertanian di Kota Batu mampu menghasilkan produk yang punya daya saing di pasar domestik dan internasional.

”Tahun ini dan tahun depan kami akan kuatkan dulu di sistem manajemennya,” tandas Sugeng.

Dalam pertemuan kemarin, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko juga ikut menemui konsultan lembaga JICA (Japan International Cooperation Agency) Kazuhisa Matsui, Presiden Direktur Genrey Okazaki, dan tim ahli dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Indah Prihartini. Sementara, rombongan dari Jepang terdiri dari enam orang yang dipimpin Prof Nubuhiko Sugiura.

Pewarta: Imam Nasrodin
Penyunting: Ahmad Yani
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Humas Pemkot Batu