MALANG KOTA – Sekitar seratus guru dan dosen ikut ambil bagian dalam workshop yang digelar Universitas Katolik Widya Karya Malang kemarin (12/3). Mereka antusias mendengarkan paparan dua dosen dari University of Seville, Spanyol, yang membeber tentang sistem pengajaran modern.

Dua pemateri yang dihadirkan Indoped Project dalam workshop tersebut adalah Matilde Mora Fernandez PHd dan Pr Pablo Galan Lopez. Keduanya menekan pentingnya guru kreatif dalam mengembangkan kapasitas dan kompetensi anak didiknya. Mereka juga membeber sistem pengajaran modern yang ada di beberapa negara Eropa seperti Finlandia, Spanyol, Belanda, dan lainnya yang diakui memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia.

Menurut Matilde, melalui prinsip student center learning, siswa atau mahasiswa didorong supaya lebih aktif dan lebih berkontribusi dalam kegiatan belajar dan mengajar. ”Artinya, para siswa menjadi pusat pembelajaran mandiri. Kita harus temukan problem dan temukan jawaban yang pas bagi para murid,” ujar Matilde.

Ketua pelaksana acara sekaligus dosen Universitas Katolik Widya Karya Malang Andy Endra Kresna SS MPd menambahkan, ada perbedaan tradisi dalam pembelajaran di Indonesia dan di Eropa. ”Jadi, mengubah single look atau guru yang aktif dan murid yang pasif ke metode pembelajaran double look, yakni guru bertugas sebagai fasilitator dan siswanya yang aktif. Itulah yang menjadi tantangannya, ” tambah Andy.

Pengaplikasian metode tersebut memang bukan hal yang mudah. Apalagi dilatarbelakangi oleh perbedaan motivasi siswa dan mahasiswa di Eropa dan Indonesia. Hal tersebut juga diakui para narasumber kelas pararel dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Sehingga, hasil dari workshop bersama ini nantinya akan ada kelanjutan untuk mengatasi perbedaan dan masalah yang ada agar lebih efektif.

Pewarta : NR2
Penyunting : Ahmad Yani
Copy Editor : Arief Rohman
Foto : Sandra