Marsudi Nurwahid P (kanan) pemimpin Redaksi Jawa Pos menjadi salah satu pemateri seminar nasional di UNISMA bersama KH Tholchah Hasan (tengah) dan Prof Maskuri (kiri) rektor UNISMA rabu siang kemarin (17/05)

Pemred Jawa Pos Marsudi Nurwahid mengungkapkan bahwa tumbuhnya paham-paham radikal di kampus telah dia rasakan sejak periode 90-an saat menempuh kuliah di Universitas Negeri Jember. Namun, saat itu masih belum dinilai berbahaya.

”Mereka masuk dan menguasai jaringan lembaga dakwah kampus. Yang disasar adalah mahasiswa-mahasiswa baru yang haus ilmu agama,” terang Nurwahid.

Menurut Nurwahid, upaya lain yang harus segera dilakukan saat ini yakni menumbuhkan lembaga-lembaga pendidikan berbasis Aswaja moderat yang tersentral dan dikelola dengan baik.

”Saat ini, banyak sekolah yang agamis, tapi sejak kecil siswa-siswinya diarahkan menjadi radikal,” tuturnya.

Pewarta: Nurlayla Ratri
Penyunting: Abdul Muntholib
Foto: Darmono