MALANG KOTA – Jalanan di Kota Malang benar-benar ”berdarah” dalam empat hari terakhir. Bagaimana tidak, total ada empat orang yang meregang nyawa karena kecelakaan. Kejadian ini belum termasuk tewasnya gadis 17 tahun yang menjadi korban dugaan tabrak lari di Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Lowokwaru, pada 1 November lalu.

Kejadian paling gres terjadi di Jalan Raya Sawojajar, Sabtu (11/11) dini hari pukul 04.15. Peristiwa terjadi saat Djuari, 75, warga Gang 5 Jalan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, hendak menyeberang jalan. Pada saat bersamaan, Irsyad, 16, warga Jalan Ir Rais, Kecamatan Sukun, mengendarai Honda Vario N 2941 AAS melaju dari arah utara. Saat itulah tabrakan tidak bisa dihindarkan. Djuari meninggal setelah mengalami pendarahan serius.

Kanitlaka Satlantas Polres Malang Kota Iptu Boedi Yunaedi menyatakan, kejadian ini disebabkan oleh pengendara motor yang kurang hati-hati dan waspada. Penabrak yang merupakan remaja di bawah umur dianggap tidak mengutamakan keselamatan pejalan kaki. ”Ya akibatnya tabrakan. Pengendara motor jatuh dan luka-luka,” kata Jun, sapaan akrab Yunaedi.

Setelah kejadian, Djuari menderita luka serius sehingga dilarikan petugas menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. Nahas, nyawa Djuari tidak tertolong dalam upaya penyelamatan.

Sebagaimana diberitakan, sepuluh hari pertama bulan ini sudah terjadi empat kecelakaan lalu lintas (lantas) yang meregang nyawa. Bahkan, peristiwa yang sama terjadi beruntun dalam tiga hari. Pertama, pelajar asal Probolinggo Salsabila Mustafa Aljufi, 17, kehilangan nyawanya akibat tabrakan di Jalan Soekarno-Hatta, (1/11).

Kedua, mahasiswa bernama Achmad Aditya Mahendra, 20, warga Jalan Teluk Cendrawasih, Kecamatan Blimbing, tewas di jalan akibat dugaan tabrak lari, Rabu (8/11). Ketiga, Ngateman, 43, warga Jalan Tutut, Arjowinangon, Kecamatan Kedungkandang yang juga meregang nyawa saat motornya jatuh ketika mendahului truk di Jalan Jembatan Pasar Gadang, Kamis (9/11). Sementara Zainul Roziqin, 20, warga Jalan Ir Rais Kecamatan Sukun yang diduga melawan arus menjadi korban laka lantas keempat pada awal bulan ini, Jumat (10/11). (jaf/c3/riq)