MALANG KOTA – Apa jadinya Payung Teduh setelah ditinggal Istiqamah Djamad, vokalis sekaligus pencipta sebagian besar lagu-lagu band ini, plus Aziz Kartika, pemain kontra basnya? Warna baru dengan formasi baru Payung Teduh itu muncul pada event Grand Opening Realizm87 Minggu malam (13/5).

Ivan yang dulu menjadi pemain terompet kini menjadi vokalis plus memetik gitar lele. Sementara Ale yang pada formasi sebelumnya menjadi drumer kini menjadi pemain bas. Selain itu, penampilan Payung Teduh malam itu didukung oleh sejumlah additional player.

Di depan sekitar 1.000 penonton yang menyaksikan konser Grand Opening Realizm87, Payung Teduh tampil membawakan lima lagu. Yakni, Di Atas Meja, Untuk Perempuan yang Sedang dalam Pelukan, Resah, Menuju Senja, Tidurlah, dan ditutup dengan lagu hitsnya, Akad.

Selain Payung Teduh, Grand Opening Realizm87 juga diwarnai oleh penampilan sejumlah musisi Malang. Di antaranya, DJ Yeffie, Coldiac, Crimson Diary, C-Four, Atlesta, dan DJ Ozi. ”Tujuan kami adalah memberikan hiburan sekaligus mengangkat band-band indie Malang,” jelas penanggung jawab Grand Opening Realizm87 Ricko Triyago.

Dia mengungkapkan, event kali ini mengangkat tema Change of Fate. Yakni, perubahan nasib seseorang menjad lebih baik. Karena itulah, di sela-sela event, Realizm87 mengajak penonton mengampanyekan aksi stop terorisme serta seruan pilkada damai.

Lebih lanjut, mewakili pihak Realizm87, Ricko menyampaikan permohonan maaf atas kemacetan yang terjadi di Jalan Soekarno Hatta selama grand opening berlangsung. Sebagai informasi tambahan, Realizm87 merupakan brand distro yang dulunya menggunakan nama Realizm. Lewat strategi rebranding, Realizm87 ingin produknya lebih tepat sasaran, terutama segmentasi anak muda.

Pewarta: Binti Rosidah
Penyunting: Indra Mufarendra
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Falahi Mubarok