MALANG KOTA – Peristiwa longsor maut, Minggu sore (13/11), membuat resah warga Perumahan Joyo Grand Inside. Hari Pratekto, 56, pemilik rumah nomor A10 mengaku waswas atas peristiwa tersebut. Menurut Hari, dia melihat ada retakan tanah di bangunan belakang rumah itu sejak lama.

Hari menyatakan, rumah di perumahan tersebut masih tergolong baru atau berdiri sekitar satu tahun lalu. Termasuk rumah korban nomor A13. Hanya, selama musim hujan, Hari dan keluarganya waswas karena melihat retakan tanah fondasi bangunan di atasnya akibat tergerus air hujan.

”Saya lihat fondasi tanah bangunan di belakang empat rumah itu retak. Bahaya sekali untuk empat rumah tersebut. Nah, sekarang terbukti terjadi longsor,” sambungnya.

Padahal, dia dan sejumlah warga lain sudah melaporkan keadaan tersebut kepada pengembang. Hanya, Hari menyatakan, pengembang terus berdalih dan menyatakan tidak akan ada masalah. ”Kami sudah lama komplain, tapi kata pengembangnya aman. Lha wong kami yang takut,” imbuhnya.

Perlu diketahui, pengembang perumahan tersebut adalah CV Bina Karya Property. Di tempat kejadian perkara (TKP) kemarin, ada salah satu petugas dari pengembang perumahan tersebut. Hal itu diketahui warga. Sayangnya, saat Jawa Pos Radar Malang meminta konfirmasi, dia berpaling.

”Bukan PT, Mas. Ini adalah CV,” jelasnya.

Namun, dia mengaku tidak tahu nama CV tempatnya bekerja. Bahkan, ketika ditanya sebagai apa di CV tersebut, pria berperawakan kurus tersebut hanya diam.

Selain itu, pengakuan dari Eko Saputro, 35, pemilik rumah yang tepat berdempetan dengan rumah korban, dia mengaku enggan menempati rumahnya karena takut longsor. Dia dan keluarganya selama ini tinggal di Kota Batu.

”Saya dikabari kalau ada rumah di Perumahan Joyo Grand Inside yang terkena longsor. Benar saja, ketakutan saya sebelumnya terjadi. Saya langsung ke sini tadi (kemarin),” ucapnya ketika di TKP.

Eko mengaku dirinya juga pernah bersitegang dengan pengembang karena masalah bangunan tersebut. ”Saya sudah bilang dulu, ini bisa jebol karena tumpuan bangunan di atasnya tidak sempurna,” geramnya. Sejak awal, dia terus komplain kepada pengembang agar cepat membereskan masalah tersebut.

Hanya, kata dia, pengembang tetap menyatakan bangunan itu aman. Bahkan, selama ini, tidak ada tindak lanjut keluhan dari warga. ”Ya, kami minta pengembang segera mengatasi masalah ini,” pungkasnya.

Pewarta: Fajrus Shiddiq
Penyunting: Kholid Amrullah
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Fajrus Shiddiq