KOTA BATU – Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Batu bisa sedikit bergembira. Sebab, rencana penurunan tarif Pajak Penghasilan (PPh) dari 1 persen menjadi 0,5 persen bagi para pengusaha ini bakal terealisasi dalam waktu dekat. Wacana yang dilontarkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo itu mendapat sambutan positif dari pelaku UMKM.

Ketua Indonesia Bekerja (Inaker) Kota Wisata Batu (KWB) Inol Sah mengatakan, jika keputusan itu benar-benar diterapkan, akan sangat bagus bagi perkembangan UMKM di Kota Batu. Sebab, memang cukup banyak pelaku UMKM di Kota Pariwisata ini. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu sampai akhir 2016 lalu, kurang lebih ada 389 usaha, yang terdiri dari 61 pelaku usaha mikro, 253 usaha kecil, dan 75 pelaku usaha menengah. Dari jumlah tersebut, diprediksi pada tahun 2017 jumlahnya semakin meningkat.

”Di bawah Inaker KWB sendiri, kami ada 17 UMKM. Itu yang baru,” kata dia.

Penurunan PPh ini, lanjut dia, tentu bisa menambah jumlah pelaku UMKM. Selain itu, regulasi yang diwacanakan diterapkan pada akhir bulan ini, kemungkinan besar itu bisa memacu semangat pelaku usaha.

”Ini akan memacu pertumbuhan UMKM dan bisa juga nanti berkembang lebih cepat, karena akan bisa ekspor,” kata dia.

Menurutnya Inol, pelaku usaha sekarang ini cukup kreatif. Penurunan PPh ini nantinya akan membuat pelaku usaha memiliki sedikit keuntungan yang bisa digunakan untuk pengembangan usahanya. Bisa dalam bentuk packaging atau juga inovasi dari produk UMKM.

”Pasti ekonomi kreatif nantinya akan semakin bergairah,” jelasnya.

Inol berharap apa yang diwancanakan itu bisa terealisasi secepatnya. Lebih lagi kalau pelaku UMKM yang benar-benar masih belum mendapatkan penghasilan tidak dikenai pajak. ”Kalau keinginannya pelaku UMKM mungkin 0 persen,” katanya.

Tetapi, penurunan PPh itu sebenarnya sudah cukup bagus. Itu menunjukkan ada kepedulian bagi para pelaku usaha kecil. ”Kami syukuri sambil terus berikan pendampingan pelaku UMKM,” kata Inol.

Sementara itu, Plt Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Batu Endang Triningsih menjelaskan, penurunan PPh dari 1 persen menjadi 0,5 persen itu masih menunggu kepastian. ”Sekarang ini kan belum ada surat resmi. Kalau belum ada, ya kami belum bisa jadikan pedoman,” kata dia.

Endang menambahkan, kebijakan ini akan sangat bagus bagi pelaku UMKM. ”Ya bagus. Ditunggu pemberitahuan secara resminya dulu, baru kami sampaikan,” tukasnya.

Untuk diketahui, sasaran penurunan PPh ini untuk UMKM yang mempunyai omzet minimal Rp 4,8 miliar dalam setahun.

Pewarta: Aris Dwi
Penyunting: Aris Syaiful
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Rubianto