MALANG KOTA – Inovasi teknologi yang dihasilkan mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) dipamerkan di Aula Gedung FTP kemarin (12/2). Hasil penelitian tersebut pernah menjadi juara, baik tingkat nasional maupun internasional. Presentasi bertajuk International Youth Scientific Meeting itu dihadiri oleh mahasiswa Indonesia dan Malaysia.

Salah satu karya mahasiswa adalah Oozter, sebuah alat untuk memperpanjang umur simpan buah dan menghilangkan bakteri. Ini merupakan kreasi mahasiswa FTP semester 8. Yakni, Faidiatul Andika, Bagus Wizny, dan Casilda. Sebagai perbandingan, mereka menunjukkan perbedaan kondisi buah tomat dan stroberi yang disimpan di dalam alat dan tidak. ”Buah ini sama-sama kami beli Jumat lalu,” ujar Faidiatul. Dengan alat tersebut, kesegaran tomat bisa bertahan hingga satu bulan, dan stroberi bisa tahan 16 hari.

Selain Oozter, ada juga karya Anisa Aurora dan Fahrudin Maulana, mahasiswa semester 6 FTP. Alat yang diberi nama Arthor ini bertujuan untuk mengekstrasi propolis. Propolis adalah semacam getah yang dikumpulkan lebah madu dari berbagai pohon, aliran getah, atau sumber botani lainnya, yang digunakan oleh lebah untuk menutupi atau memperbaiki celah pada sarangnya. Propolis dipercaya sebagai obat herbal yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Menurut Anisa, dengan menggunakan ini, mengekstrasi 1 liter propolis cukup dengan 6 jam saja. ”Sedangkan kalau biasa bisa 3 sampai 7 hari,” ujarnya.

Ada pula alat bernama Smart Veggies karya Eka Tiyas Anggraeni (angkatan 2013), Dimastyaji Yusron Nurseta (angkatan 2013), Widya Nur Habiba (angkatan 2015), dan Inggita Revira (angkatan 2017). Tak kalah menarik, alat ini juga bisa mengawetkan sayuran hingga tetap layak konsumsi bahkan setelah satu tahun. Alat tersebut, menurut Eka, dapat menghilangkan pestisida juga bakteri ekoli.

Eka menyatakan, latar belakangnya membuat alat itu adalah karena melihat banyaknya food waste (buang-buang makanan) yang dilakukan petani karena sayurannya busuk. ”Di Indonesia, sayuran simpanan petani kurang awet sehingga food waste meningkat. Panen juga bergantung iklim. Kalau sedang tidak musimnya, di pasaran harganya bisa menurun. Maka dari itu kami buat alat ini. Bisa membuat sayuran awet hingga satu tahun,” terangnya.

Dalam acara itu juga terdapat alat bernama Inuvine, alat yang dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas produk kefir wortel. Alat ini juga digunakan mahasiswa FTP untuk membantu meningkatkan profit salah satu UKM (usaha kecil menengah) bernama UKM Istiqomah di Kota Batu.

Wakil Dekan 3 FTP UB Dr Yusuf Hendrawan STP menyatakan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka memfasilitasi mahasiswa untuk bekarya. ”Secara institusi kami mendukung para inovator, mahasiswa FTP, untuk bisa bersaing di kancah internasional. Maka, kami membuat kegiatan yang sifatnya memfasilitasi mahasiswa. Mereka perlunya apa, itu yang kami berikan pembelajaran kepada mereka,” ujarnya.

Pewarta : Imarotul Izzah
Penyunting : Ahmad Yani
Copy Editor : Arief Rohman
Foto :Imarotul Izzah