MALANG KABUPATEN – Permulaan cuti bersama di sejumlah perusahaan dan pegawai negeri sipil (PNS) tampaknya sudah mulai dimanfaatkan para pemudik. Itu terlihat dari pantauan seharian Jawa Pos Radar Malang di ruas jalan arteri, pertigaan Jl Raya Karanglo, mulai pukul 12.00–16.00.

Informasi yang dihimpun, kepadatan di arus lalu lintas arteri Lawang–Singosari sudah terlihat sejak pukul 10.00. Jumlah rata-rata kendaraan yang melintas per menit mencapai 30 unit. Kendaraan yang melintas rata-rata menuju arah Kota Malang. Sementara yang ke arah Kota Batu terlihat antre memanjang akibat traffic light berdurasi selama lebih kurang 30 detik. Terlihat dari pantauan di lapangan terjadi perlambatan kecepatan kendaraan menuju Kota Malang akibat kenaikan volume. Saking padatnya arus lalin butuh perjuangan tersendiri bagi para penyeberang jalan yang hendak melintas di titik pertigaan ini.

Kondisi kepadatan arus di jalur arteri ini bertolak belakang dengan kondisi di jalan tol fungsional yang sudah beroperasi sejak Jumat lalu (8/6). Kondisi jalan tol terlihat lebih lancar. Dengan rata-rata per menit kendaraan yang melintas sebanyak 4–5 unit. Ahmad Tahirudin, petugas jaga tol fungsional Malang–Pandaan (Mapan), menyatakan, sejak tol dibuka mulai pukul 07.00 sudah terlihat kendaraan yang melintas.

Dalam satu jam pertama, antara pukul 07.00–08.00, ada 47 mobil. Berangsur-angsur jumlah kendaraan yang melintas semakin bertambah hingga menjelang sore. Puncaknya saat tol ditutup pada pukul 17.00, total yang melintas 262 unit mobil. Arus sempat mengalami peningkatan pada pukul 11.00–12.00 dan terjadi penurunan lagi pada pukul 14.00–15.00. Tapi, peningkatan volume kendaraan terjadi lagi pada pukul 16.00–17.00. ”Frekuensi kendaraan yang melintas sempat mengalami penurunan, tapi tidak banyak,” kata petugas yang akrab disapa Udin ini.

Pantauan Radar Malang, meski masih lancar, petugas jaga tol fungsional Malang–Pandaan terlihat tetap sigap dan waspada dalam mengatur arus kendaraan. Bahkan, sesekali petugas juga mengarahkan kepada pengendara mobil yang masih bingung dengan arah menuju pintu keluar tol. Padahal, rambu-rambu lalu lintas dan penujuk arah sudah terpasang jelas di titik strategis jalan tol.

Sementara itu, di jalur berlawanan yang menuju arah Surabaya terlihat padat lancar dengan tetap didominasi mobil-mobil pribadi. Dan, ada juga mobil-mobil besar seperti truk dan bus yang melintas.

Upaya petugas pun dilakukan dengan mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan di pertigaan arteri dan kesalahan arus di jalur tol. ”Bahkan, tadi (kemarin) ada mobil Honda Jazz yang masuk lewat tol ini. Padahal, ini jalur keluar. Dan, tadi (kemarin) juga ada yang mau menerobos jalur langsung ke Batu. Padahal, masih harus putar balik, lalu ke jalur Batu,” pungkasnya.

Sementara itu, Dirut PT Jasa Marga Pandaan Agus Purnomo menyatakan, untuk evaluasi jalan tol dari Sumber Wuni, Lawang, hingga Karanglo, Arjosari, Kabupaten Malang, menurut dia, lancar-lancar saja. ”Semuanya puas. Buktinya tidak ada yang protes,” kata Agus.

Sedangkan saat ditanya kenapa di jalan arteri sangat ramai, sedangkan di jalan tol sepi, Agus mengaku tidak tahu-menahu. ”Itu kan pilihan pemudik mau lewat mana, mungkin mereka ada keperluan di jalan arteri sehingga tidak lewat tol,” imbuhnya.

Dia menegaskan kalau jalan tol saat ini masih sebatas fungsional. Jadi, tujuan utamanya memang memecah kemacetan. ”Pengguna jalan kan bisa memilih, kalau jalan arteri macet bisa lewat tol. Kalau tidak ramai bisa lewat arteri, jadi sifatnya memilih saja. Kami juga tidak mengarahkan pengendara harus lewat tol, kami cuma memasang rambu-rambu saja,” pungkasnya.

Pewarta: Moh. Badar, Irham Thoriq
Editor: Dwi Lindawati
Penyunting: Mardi Sampurno