Petugas BPBD mencari korban lain di lokasi longsor perumahan joyogrand merjosari Malang, Dina Oktaviani (20) mahasiswi UB meninggal dalam bencana ini.

MALANG KOTA – Hujan lebat yang mengguyur kawasan di Perumahan Joyo Grand Inside kemarin (12/11) memakan korban jiwa. Dia adalah mahasiswi Universitas Brawijaya (UB) bernama Dina Oktaviani, 20.

Mahasiswi semester 5 Jurusan Psikologi UB itu tewas setelah dibawa ke rumah sakit akibat tertimpa longsoran. Sedangkan teman Dina, Paulina, 20, mahasiswi semester 5 Jurusan Sastra Perancis, ini mengalami luka ringan.

Menurut keterangan Iwan Santoso, 42, warga yang rumahnya berada di deretan yang sama dengan korban, kemarin sore mereka (Dina dan Paulina) informasinya sedang tidur sekamar di rumah nomor A13. Dan, tiba-tiba terjadi longsor dari belakang rumah itu.

Peristiwa tersebut terjadi kemarin sekitar pukul 15.30 saat hujan begitu lebat. Menurut Iwan, Dina dan Paulina sedang tidur di kamar bagian belakang rumah. Tak disangka, tanah plengsengan di belakang rumah itu ambruk dan menimpa tembok bagian belakang rumah tersebut.

”Lalu, temboknya ambruk dan menimpa Dina serta Paulina yang sedang tidur,” tegasnya.

Menurut dia, Dina yang tidur mepet ke tembok terkena reruntuhan dinding dan tanah. Sedangkan Paulina yang posisi jauh dari tembok lalu terbangun dan berusaha menyelamatkan diri. Dia melihat temannya (Dina) tertimpa reruntuhan. Paulina pun kemudian meminta pertolongan warga.

”Mbak (Paulina) teriak-teriak minta tolong,” ucapnya.

Iwan bersama empat warga lainnya kemudian berusaha menyelamatkan korban. Namun, karena keterbatasan sarana, mereka kemudian meminta bantuan warga Perumahan Joyo Grand lainnya. ”Sepertinya penghuni rumah itu ada lima orang. Tapi, ya hanya dua orang tadi (kemarin) yang ada di dalam rumah,” sambungnya.

Tidak lama kemudian, dia melanjutkan, petugas evakuasi pun datang. Saat itu, Dina kritis dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) Dinoyo. Sementara Paulina mengalami luka ringan. Hanya, dia shock setelah mengalami peristiwa tersebut. Mahasiswi jurusan Sastra Perancis itu merupakan pemilik rumah yang dihuni bersama teman-temannya. Tapi nahas, Dina, warga asal Pekalongan, ini menjadi korban dan mengembuskan napas terakhirnya di rumah sakit. Korban pun langsung dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Malang, bangunan rumah tersebut masih tampak baru. Hanya, bagian belakang rumah itu tidak ada ruang pemisah dengan bangunan di atasnya. Hal itu juga dibenarkan Iwan. Dia menyatakan, awalnya ada ruang pemisah sekitar satu meter antara rumah yang di bawah dengan bangunan di atasnya. Namun belakangan, ruang tersebut menyempit karena tanah fondasi bangunan di atasnya tidak bisa menampung air hujan.

Sementara itu, tak lama kemudian, tim evakuasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang dan relawan beserta Polres Malang Kota juga ke tempat kejadian perkara (TKP). Petugas mencoba mencari data korban dan menghubungi keluarga Dina di Pekalongan. Selain itu, kemarin puing-puing longsor juga sudah diberi police line (garis polisi).

Kanit Pidum Satreskrim Polres Malang Kota Iptu Edy Suprapto menyatakan, pihaknya akan menyelidiki peristiwa tersebut. ”Kami ambil dulu sampel tanahnya. Nanti akan kami uji ke laboratorium,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Ambuka Yudha Hardi Putra menyatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan awal atas peristiwa itu. Setelah dilakukan evakuasi dan olah TKP, pihaknya juga akan melakukan pendalaman. Menurut dia, yang jelas musibah tersebut akan ditindaklanjuti polisi.

Saat ditanya apakah pengembang (developer) dinyatakan terlibat dalam musibah ini? Mantan Kasatreskoba Polres Banyuwangi itu menyatakan masih fokus pada peristiwa di TKP. Namun, bukan tidak mungkin jika polisi menemukan kelalaian dari pengembang, maka akan ditindak sesuai prosedur.

”Kami masih fokus olah TKP dulu. Selain itu, juga pemeriksaan saksi-saksi hingga uji lab tanahnya,” pungkas dia.

Pewarta: Fajrus Shiddiq
Penyunting: Kholid Amrullah
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Fajrus Shiddiq