Handoko hampir setiap hari mencari pakan untuk ternak kambingnya. Handoko memang terbiasa mencari ramban (daun untuk pakan ternak) di pohon tinggi tanpa melihat risiko. Seperti yang terjadi Rabu (17/5), Handoko tanpa pamit mencari pakan sekitar pukul 17.00. Namun, biasanya dia pulang cepat. Tapi, hari itu dia tidak pulang. Keluarganya yang kebingungan hanya menunggu kabar saja. Pasalnya, saat dihubungi nomor HP-nya, Handoko tidak menjawab.
Keesokanharinya, kemarin pagi sekitar pukul 06.00, Lia, 35, seorang pembantu rumah tangga di daerah tersebut, kaget melihat jasad Handoko menggantung di pohon. Awalnya, saksi tersebut melihat ada gergaji dan motor Honda Supra Fit N 6383 AH yang masih terparkir di bawah pohon. ”Saya lihat ke atas lha kok ada mayat,” katanya.
Saksi lalu melaporkan kepada satpam terdekat dan Kepolisian Sektor Sukun. Tak lama kemudian, korban dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) untuk dilakukan identifikasi.
Sementara orang tua Handoko, Subianto, 62, mengaku kaget atas peristiwa tersebut. Namun, dirinya sadar bahwa pekerjaan anaknya itu mengandung risiko. Bahkan, kekhawatirannya sudah berlangsung lama. Dia mengaku tidak bosan mengingatkan anak keduanya itu. ”Dari dulu saya sudah khawatir. Kalau sekarang mau apa lagi,” pungkasnya tampak sedih. (jaf/c2/lid)