SINGOSARI – Setelah melalui proses rangkaian seleksi, kemarin (11/3) dihasilkan 15 pasang finalis Joko Roro Kabupaten Malang 2018. Sebelum mengerucut menjadi jumlah tersebut, kemarin di Fariz Hotel, Tunjungtirto, Singosari, dilakukan tes ketiga. 50 peserta diwajibkan mempresentasikan tugas yang didapat sebelumnya. Yakni, membuat vlog (video blog) dengan tema pariwisata di Kabupaten Malang.
Mereka berlomba mengesankan dewan juri melalui video pendek yang sudah mereka buat. Bilqis Islach, salah satu kandidat Roro Kabupaten Malang 2018 yang kemarin mengikuti tes, mengaku telah mempersiapkan persentasi tersebut sebaik mungkin. Dia pun membawakan materi tentang objek wisata Coban Glotak yang terletak di Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir. ”Persiapannya kurang lebih tiga hari. Saya buat esai dan leaflet yang berisi petunjuk mulai lokasi hingga daya tarik Coban Glotak,” terang Bilqis.

Kepala Disparbud (Dinas Pariwisata dan Kebudayaan) Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara menuturkan, 15 pasang atau 30 finalis yang terpilih ini nantinya bakal tampil di grand final. ”Hari ini (kemarin, Red) agendanya presentasi hasil penjelajahan mereka ke destinasi-destinasi wisata yang sudah kami tentukan sebelumnya,” kata Made.
Aspek penilaian pun disusun mendetail. Setiap peserta akan dilihat kemampuan speaking, konten materi, dan performa di depan juri. Kategori speaking dipertimbangkan karena ke depannya mereka bakal menjadi bagian dari promosi wisata Kabupaten Malang. ”Dari aspek konten, bagaimana cara mereka mengemas materi promosi supaya wisatawan tertarik untuk datang kes ini (Kabupaten Malang) berwisata,” terang pria asal Bali tersebut.

Aspek ketiga lebih pada penguasaan kebahasaan. Itu juga dipertimbangkan, karena promosi yang akan dilakukan Joko Roro juga mencakup wilayah luar negeri. ”Setelah tahap ini, nanti 15 pasang peserta akan mengikuti tahap pembekalan lebih intensif,” tambah Kabid Pemasaran Disparbud Kabupaten Malang Johnson Sonaru.
Sesuai dengan tema yang dipilih, yakni The Hidden Paradise, para finalis akan dibekali dengan pengetahuan tentang desa-desa wisata di Kabupaten Malang.

Tes akhir kemarin juga dihadiri beberapa pihak terkait. Ada Ketua PHRI Kabupaten Malang Suyitno Sujiharto, perwakilan dari akademisi Dra Ratih Juliati MSi, Pembina Joko Roro Ricky Budi S., Kabid Pengembangan Industri Pariwisata Disparbud Kabupaten Malang Lani Masruro, Raki Jawa Timur Rizky Maylina, dan perwakilan dewan juri dari DPKPCK (Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya) Kabupaten Malang.

Pewarta : Farik Fajarwarti
Penyunting : Bayu Eka
Copy Editor : Arief Rohman
Foto : Falahi Mubarok