Di sepak bola Indonesia, apa yang menimpa Chairul memang tak cukup sering terhadi. Namun, tawaran tersebut benar-benar ada dan datang kepada keponakan pelatih legendaris Persebaya (almarhum) Rusdi Bahalwan tersebut.

Chairul menceritakan pengalaman uniknya tersebut kepada JawaPos.com. Ceritanya, selepas mengantarkan Persebaya menjuarai Liga 2 2017, Chairul menerima telepon dadi dua petinggi klub di Indonesia. “Salah satunya dari Kalimantan. Mereka sangat serius,” ungkapnya.

Ia mendapat tawaran posisi manajer tim dari kedua petinggi klub tersebut. Pria yang akrab disapa Abud ini mengaku kaget luar biasa dengan tawaran itu. Di sisi lain ia juga terpingkal-pingkal karena heran ada klub lain yang ingin ‘membajaknya’ dari Persebaya.

“Saya juga bingung kenapa saya yang ditawar. Saya tertawa sampai mules. Saya ini jadi manajer di sepak bola baru enam bulan. Saya yakin mereka juga belum pernah melihat saya,” ucapnya seraya tertawa. Tak tangung-tanggung, sang pemilik klub juga izin ke Presiden Klub Persebaya Azrul Ananda untuk ‘membajak’ Abud.

“Uang sudah siap, Mas. Saya ingin duduk tenang dan Anda yang bekerja,” kata Abud menirukan ucapan sang pemilik klub. Meski mendapat tawaran menggiurkan, Abud menegaskan bahwa ia tak berminat untuk hijrah dari Persebaya. Ia berkomitmen untuk mengawal Persebaya di Liga 1 musim depan.


(saf/JPC)