MALANG KOTA – Kehadiran buku berjudul Berjabat Tangan dengan Filsafat karya Herlianto, mantan wartawan Jawa Pos Radar Malang seakan menjadi pemantik arek-arek muda Malang untuk belajar filsafat dengan lebih serius.

Setidaknya itu terlihat dalam bedah buku di Dialectic Café Dinoyo Selasa sore (13/3). Sejumlah anak muda dan mahasiswa mengikuti dengan senang hati acara bedah buku yang menghadirkan filsuf muda asal Kepanjen, Achmad Dhofir Zuhri itu.
Kepada radarmalang.id, Dhofir menyampaikan bahwa dengan membaca buku Berjabat Tangan dengan Filsafat karya Herlianto yang merupakan muridnya di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Alfarabi Kepanjen ini, maka anak-anak muda zaman now tidak perlu mengernyitkan dahi untuk belajar filsafat.

”Karena buku ini ditulis dengan gaya bahasa yang ngepop. Jadi anak-anak tidak mudah capek saat membacanya,” ujar penulis buku Tersesat di Jalan yang Benar ini.

Dhofir menyampaikan, karakter anak muda zaman milenial adalah tidak suka membaca hal-hal yang rumit. Mereka tidak mau ribet dalam memahami sesuatu, termasuk gampang lelah saat membaca buku. Tetapi dia yakin, dengan membaca buku filsafat karya muridnya itu, anak-anak muda zaman now akan lebih mudah belajar.

Menurut Dhofir, muridnya yang satu ini memang punya minat yang besar dalam dunia filsafat. Nah kecintaannya itu tidak hanya didukung dengan minat yang besar dan modal suka membaca, tetapi Herlianto juga punya bekal teknik menulis yang baik.
”Karena dia juga mantan wartawan Jawa Pos Radar Malang. Sehingga sangat paham bagaimana cara menulis yang menarik dan enak dibaca,” ujar Dhofir.

Pewarta: Kholid Amrullah
Fotografer: Barok