MALANG KOTA – Dinas Pendidikan Kota Malang segera melakukan terobosan baru dengan mengeluarkan program Smart School. Pada program ini, semua layanan dan data pendidikan di Kota Malang akan berbasis digital (IT).

Sistem ini bakal mempermudah ribuan wali murid, siswa, dan guru dalam mendapatkan layanan dari sekolah. Layanan apa saja? Mulai data siswa, prestasi, data pokok siswa dan guru, serta data lainnya yang berhubungan dengan akademik. Termasuk juga record guru yang digunakan untuk pencairan tunjangan profesi pendidik (TPP).

Rencananya, sistem ini bakal diterapkan pada jenjang pendidikan taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP).

”Sistem ini akan kami terapkan tahun depan. Sekarang kami mulai sosialisasi ke tenaga IT sekolah,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang Zubaidah di sela-sela membuka acara sosialisasi pendataan bidang fungsional Disdik Kota Malang di aula disdik kemarin (22/11).

Menurutnya, sistem tersebut sangat dibutuhkan di era digital seperti saat ini. Sebab, sistem ini bisa memudahkan dalam memberikan layanan. ”Lebih efisien. Nggak bingung cari data manual kalau mau rapat,” ucap mantan Kadinsos Kota Malang itu.

Tak hanya itu, data untuk pencairan TPP dan kenaikan pangkat guru nanti juga berdasarkan data di sistem tersebut. Sehingga, bila guru tidak aktif meng-update data di sistem, tunjangannya bisa tidak cair.

”Kalau yang terekam dalam sistem tidak memenuhi syarat, nggak cair. Makanya harus aktif,” ungkapnya.

Meski begitu, guru dan kepala sekolah tidak mendapatkan password sistem tersebut. Hanya petugas IT di masing-masing sekolah yang punya akses masuk ke sistem.

”Kalau ada data yang perlu diubah, tim IT konsultasi kepada kepala sekolah. Tapi, password hanya tim IT yang punya,” tandas mantan kepala Perpustakaan Kota Malang itu.

Perempuan yang akrab disapa Ida itu menghentikan percakapan. Dia menuju ruangan di samping kantornya. Di ruangan sekitar 4 x 9 meter itu tampak beberapa penunjang layanan digital.

”Di sini nanti pusat komandonya (command center). Jadi, kalau butuh data sekolah, tinggal ke sini sudah bisa akses,” terangnya sambil menunjuk beberapa alat elektronik di ruangan itu.

Tak hanya itu, pihaknya juga bakal menyiapkan tenaga ahli untuk bidang IT di pusat kendali. Namun, jumlahnya masih dianalisa oleh tim disdik yang merancang program tersebut.

”Kami juga sudah punya tenaga IT yang berstandar internasional. Nanti tinggal nambahi lagi sesuai kebutuhan. Kami ambilkan dari profesional,” imbuhnya.

Hanya, Ida masih merahasiakan jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk program tersebut. Akan tetapi, untuk tahap pertama tidak sampai miliaran rupiah. ”Anggarannya masih kami rancang. Nggak sampai segitu (miliaran),” ungkap dia.

Setelah perekrutan tenaga IT sekolah, pihaknya juga segera menyosialisasikan kepada kepala sekolah. Sehingga, kepala sekolah juga bisa menyosialisasikan kepada warga. ”Dalam waktu dekat kami juga akan kumpulkan kepala sekolah,” ujar Ida.

Sementara itu, tenaga IT SMPN 1 Malang M. Yusuf mendukung program disdik tersebut. Namun, menurutnya, sistem yang disosialisasikan kemarin masih perlu disempurnakan. ”Ini bagus untuk layanan ke masyarakat. Tapi, harus terus disempurnakan,” ungkapnya.

Pewarta: Imam Nasrodin
Penyunting: Khlolid Amrullah
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Radar Malang



  • Suli Yono

    assalamualaikum… mhn info dimana ya alamat radar malang

    trm ksh