Hope 313 oleh Kurniawan Muhammad.

Kepada Yang Terhormat,
Para Civitas Academica di Universitas Brawijaya.
Izinkan saya, sebagai bagian dari Kota Malang, dan sebagai bagian dari kampus Universitas Brawijaya, menulis surat ini:

Universitas Brawijaya adalah salah satu ikon perguruan tinggi yang membuat Kota Malang dijuluki sebagai Kota Pendidikan.

Ribuan, puluhan ribu, ratusan ribu, atau bahkan mungkin sudah jutaan sarjana dihasilkan Universitas Brawijaya (kampus UB).

Ibarat pohon, akar kampus UB sudahlah kuat dan menghunjam ke tanah. Ibarat bangunan, fondasi kampus UB sudahlah kokoh.

Hari-hari ini, kampus UB sedang punya gawe suksesi. Menurut rencana, pada bulan ini akan dipilih rektor baru. Bisa rektor itu, baru tapi lama. Bisa juga rektor itu baru dan benar-benar baru. Semuanya tergantung para anggota senat yang terhormat, dan juga tergantung suara dari yang terhormat Bapak Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Sebagai bagian dari Kota Malang, dan sebagai alumnus UB, saya sangat berharap, suara bapak-bapak yang terhormat, mencerminkan objektivitas. Objektif dalam menilai, rekam jejak, prestasi dan kinerja para calon. Serta objektif dalam mem-visikan masa depan, untuk kemajuan kampus UB. Saya juga sangat berharap, bapak-bapak yang terhormat bisa mensterilkan proses pemilihan rektor ini dari kepentingan-kepentingan golongan dan politik.

Karena rektor bukanlah jabatan politik. Rektor tetaplah sebuah jabatan akademik. Seorang rektor punya tanggung jawab besar dalam menjamin kampus yang dia pimpin agar bisa benar-benar menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi: Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan, serta Pengabdian Masyarakat.

Karena itu, pantang bagi seseorang yang akan bertarung dalam pemilihan rektor, menggunakan ”cara-cara politik”. Atau menggunakan cara-cara ”Apa Mendapat Apa” atau ”Apa dijanjikan Apa”. Karena ”cara-cara” seperti ini lebih tepat digunakan untuk meraih kekuasaan.

Ketika seseorang mencalonkan menjadi rektor, sesungguhnya sedang berniat untuk mengabdi. Bukan untuk berkuasa. Mengabdi untuk kepentingan seluruh civitas academica-nya, dan mengabdi untuk negaranya.

”Roh” dari sebuah pengabdian adalah keikhlasan. Dan orientasi dari sebuah pengabdian adalah kemaslahatan, kemanfaatan, dan kemajuan yang berkelanjutan.

Saya yakin dan percaya, bapak-ibu anggota Senat dan juga Bapak Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi akan objektif dalam memilih calon terbaik untuk menjadi rektor empat tahun berikutnya.

Saya hanya bisa berharap, semoga rektor yang terpilih nanti mampu membawa kampus UB menjadi lebih baik.

Oleh: Kurniawan Muhammad.