Dari kiri, Cagub Gus Ipul, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, dan cawagub Puti Guntur Soekarno di Jember kemarin (15/4).

JEMBER – Mendung adem mengayomi kampanye akbar ”Mengetuk Pintu Langit” yang digelar calon gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-calon wakil gubernur Puti Guntur Soekarno di Kampung Jackloth, Jember, kemarin (15/4).

Kampanye akbar kandidat nomor 2 Pilkada Jawa Timur itu dihadiri puluhan ribu pemilih dari kawasan Tapal Kuda, meliputi Jember, Lumajang, Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, dan daerah-daerah sekitar. Bahkan, ada warga yang datang jauh dari kawasan Mataraman.
Kampanye akbar diubah dalam kegiatan Ngaji Bareng: 313 Khataman Qur’an dan Istighotsah Kubro. Kampanye itu dihadiri 99 Masayikh dan Bu Nyai se-Jawa Timur. Tema kegiatan: ”Mengetuk Pintu Langit.”



Di antara para ulama sepuh yang hadir di antaranya, KH R. Kholil As’ad dari Situbondo, KH Anwar Iskandar (Kediri), KH Miftahul Akhyar (Kota Surabaya), KH Nawawi Abdul Jalil (Sidogiri Pasuruan), KH Moh. Hasan Mutawakil Alallah (Genggong Probolinggo), dan KH Idris Hamid (Pasuruan).

Hadir pula Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar dan pimpinan partai politik lain, koalisi pengusung Gus Ipul-Puti Guntur, yakni Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur Sri Untari Bisowarno, pimpinan PKS dan Gerindra.

”Atas perintah kiai-kiai sepuh, kami mengubah kampanye terbuka menjadi doa akbar bersama. Kami mengetuk pintu langit untuk mendapatkan rida Allah SWT atas semua perjuangan kami selama ini,” kata Gus Ipul.

Puluhan ribu warga tumplek-blek. Laki-laki, perempuan, tua-muda berkumpul. Lokasi acara penuh sesak. Itu ditambah ribuan warga yang berjalan mengular lebih dari 1 kilometer di sekitar lokasi.

Yang membuat takjub, menjelang siang, mendung adem mengayomi di atas lokasi acara. Sempat muncul gerimis hujan sebentar yang menambah suasana makin sejuk dan adem.

Cuaca alam yang mendung adem itu terus mengayomi hingga acara selesai pukul 16.00 WIB.

”Alhamdulillah, melalui khataman Alquran dan doa para kiai sepuh dan bu nyai, saat ini mendung adem melindungi kita semua. Jadi, kita semua tidak kepanasan. Semoga mendung yang melindungi kita menjadi pertanda rida Allah SWT,” kata cawagub Puti Guntur Soekarno saat memberikan sambutan.

Istighotsah kubro itu didahului khataman Alquran, sejak selepas Subuh, oleh ribuan hafiz atau penghafal Alquran. Mereka mengaji, khataman 313 Alquran, di lokasi acara hingga siang hari.

”Ada 100 kelompok masing-masing mengkhatamkan tiga kali. Insya Allah khatam 313 kali,” ujar Muhlis Hasyim, salah satu hafiz.

Saat mewakili para kiai sepuh, KH Anwar Iskandar menyatakan, pasangan Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno merupakan hasil ijtihad sebagian besar ulama. Tidak ada nama lain.

”Gus Ipul dan Mbak Puti mencerminkan kekuatan agama dan nasionalis. Karena negara kuat, jika dijaga dua kekuatan itu,” kata Kiai Anwar.

Taat Perintah Kiai

Kiai Anwar menjelaskan, Gus Ipul adalah cicit (alm) KH Bisri Syansuri, salah seorang pendiri NU, ulama besar, mantan Rais Aam PB NU. Gus Ipul adalah santri, mantan Ketua Umum GP Ansor, dan sekarang ketua PB NU.

Sedangkan Puti Guntur Soekarno adalah putri Guntur Soekarnoputra. Dia cucu proklamator kemerdekaan dan presiden pertama, Bung Karno. Puti politikus PDIP, mantan anggota DPR RI.

”Pada diri Gus Ipul-Mbak Puti, kita melihat Mbah Bisri Syansuri dan Bung Karno,” kata Kiai Anwar.

Karena itu, dia menyatakan, tugas para santri dan kaum Nahdliyin pada umumnya adalah menjalankan perintah para kiai, yakni memenangkan Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno dalam Pilkada Jawa Timur, 27 Juni 2018.

”Beritahukan pada semua warga masyarakat. Ajaklah memilih Gus Ipul-Mbak Puti, nomor 2,” kata Kiai Anwar.

Ulama karismatis Pengasuh Pondok Pesantren Wali Songo Situbondo, KHR Kholil As’ad menguatkan pernyataan itu. Menurut dia, ulama dan umara tidak bisa dipisah. Kiai Kholil mengibaratkan, ulama adalah antena bagi masyarakat.

”Agar manusia tahu, mana yang baik dan benar,” kata Kiai Kholil.

Dikatakan, Gus Ipul-Puti Guntur adalah hasil istikharah para kiai. ”Gus Ipul adalah gubernur Jawa Timur yang amanah. Jadi, para santri, warga NU, Muslimat, Fatayat, Ansor harus bersatu mendukung,” kata Kiai Kholil.

Puti Guntur Soekarno menyatakan, Gus Ipul dan dirinya punya mandat untuk merajut Merah-Putih, membawa spirit kebangsaan. ”Kami berdua juga punya komitmen untuk memperluas kesejahteraan di Jawa Timur,” kata Puti.

Sebelumnya, Puti Guntur lebih dulu melantunkan salawat Ya Nabi Salam Alaika bersama para ibu nyai, dan puluhan ribu hadirin. Suasana jadi riuh. Sampai-sampai Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar berdiri dan melihat ke tempat duduk barisan perempuan, tempat Puti Guntur berdiri.

Gus Ipul tidak kalah memukau di depan puluhan ribu pemilihnya. ”Pilih nomor berapa?” tanya Gus Ipul. ”Dua!” teriak puluhan ribu warga sambil mengangkat 2 jari mereka, simbol nomor pilihan Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno. Berulang-ulang Gus Ipul menyampaikan dan menyemangati pengunjung kampanye.

Dia menyampaikan, dirinya dan Puti Guntur bisa maju dalam Pilkada Jawa Timur karena perintah, doa, dan restu para kiai, serta dukungan para santri, kaum Nahdliyin dan banyak masyarakat luas. ”Taat perintah kiai ya?” tanya Gus Ipul.

Puluhan ribu pemilihnya menyanggupi dengan mengangkat 2 jari. Gus Ipul menegaskan, dia dan Puti Guntur ingin kesejahteraan semakin dirasakan semua warga masyarakat.

”Warga yang petani, nelayan, pedagang, anak-anak muda, yang tinggal di desa, yang hidup di kepulauan dan daratan, semuanya… kita ingin merasakan persaudaraan dan kemakmuran,” kata Gus Ipul.

Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar mengutip nasihat pamannya, (alm) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). ”Kata Gus Dur, kalau ingin hidup tenang, taatlah pada ulama dan kiai,” kata Muhaimin.

Dia menjelaskan, dirinya menerima ”surat cinta” dari para ulama, para kiai sepuh, di Jawa Timur. Intinya, PKB diminta untuk mengajukan Gus Ipul sebagai calon gubernur. Inilah latar belakang, mengapa PKB memutuskan Gus Ipul sebagai calon gubernur.

”Karena PKB taat dengan kiai,” kata Muhaimin.

Dia bersyukur dukungan terhadap Gus Ipul-Puti Guntur semakin besar. ”Kepada Pak Presiden Jokowi, saya sampaikan, insya Allah Gus Ipul-Mbak Puti menang. PKB, NU, ulama, Fathayat, dan Muslimat holopis kuntul baris, bergerak bersama memenangkan nomor 2,” kata Muhaimin.

Penyunting: Abdul Muntholib
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Timses Gus Ipul