KATA-KATA Dilan kepada Milea di film berjudul Dilan 1990 itu identik dengan kalimat mesra. Karena kata-kata itu, banyak anak muda yang jadi baper (bawa perasaan) setelah menonton film yang sedang naik daun tersebut. Sebaliknya, kata-kata yang dilontarkan Markucel, 32, kepada Markonah, 30, tak semesra apa yang dilakukan Dilan.

Meski intonasinya sama dengan Dilan, tapi melalui kata-katanya, Markucel justru ingin berpisah untuk selama-lamanya dengan Markonah. Lho kok bisa? Salah satu penyebabnya karena adanya orang ketiga yaitu Srintil, 30, warga Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Markucel kepincut perempuan yang lebih semlohai dari istrinya itu.

Awalnya Markonah, warga Pakisaji, Kabupaten Malang, ini tidak kuat dengan permintaan Markucel yang ingin menikah lagi. Lalu, dia hendak mengajukan gugatan perceraian ke PA (Pengadilan Agama) Kabupaten Malang. Layaknya Dilan, dia melarang Markonah menggugat cerai.

”Menggugat cerai itu berat, kamu tidak akan kuat. Biar aku saja (yang menggugat cerai, Red),” kata Markucel dengan nada cool beberapa hari lalu.

Kalimat Markucel itu seperti intonasi Dilan tapi begitu menyakitkan bagi Markonah. Perceraian ini merupakan puncak gunung es dari sikap Markucel yang seperti Honda (hobinya nongkrongin janda).

Parahnya, dia tidak hanya ingin Honda, dia juga berperilaku seperti ITB (ingin tidur bersama) dengan perempuan lain. Semuanya itu terungkap dari pengakuan Markonah yang blak-blakan kepada koran ini tentang kisah pilu yang menimpanya.

Dalam beberapa bulan terakhir, hubungan mereka memang renggang. Penyebabnya karena Markucel terus terang ingin memiliki istri lagi. Padahal, pria berkulit putih itu sudah empat tahun menjalin rumah tangga bersama Markonah. Keduanya tentu menjalaninya dengan dasar rasa cinta. Hanya belakangan, ada orang ketiga dalam hubungan mereka. Dialah Srintil.

Awalnya, Markucel berkenalan dengan Srintil dalam sebuah perjamuan makan di Kepanjen. Ketika itu, Markonah juga ikut. Sementara Markucel baru kali pertama itu melihat Srintil. Namun, pandangan pertamanya membuatnya langsung jatuh cinta. Ibarat kata, cinta datang dari mata turun ke hati.

Setelah pulang ke rumah, Markucel kemudian meminta saran kepada Markonah untuk menikah lagi. Karena kaget, perempuan berkulit kuning langsat itu langsung menangis sesenggukan. Dia tidak rela suaminya pindah ke lain hati. Sebab, Markonah sangat mencintai Markucel. Buktinya, mereka memiliki dua buah hati yang lucu-lucu.

Empat bulan terakhir sebelum bercerai, keduanya sering baper. Markucel ngotot ingin menikah lagi, sementara Markonah tidak mengizinkannya. Markonah bahkan menemui Srintil dan meminta agar perempuan itu tidak lagi dekat-dekat dengan Markucel.

Karena situasi sudah semakin panas, Markonah benar-benar merelakan Markucel pergi. Markonah pun meminta kepada suaminya biar dirinya yang mengajukan gugatan perceraian. Dia tidak ingin Markucel sibuk-sibuk menalaknya, mungkin karena masih ada benih cinta dalam dirinya. Namun, Markucel sadar diri dan menyatakan biar dirinya yang menalaknya segera di PA Kabupaten Malang.

Pewarta: Fajrus Shiddiq
Penyunting: Irham Thoriq
Copy Editor: Dwi Lindawati
Grafis: Andhi Wira