Markucel, 38, seorang guru di sebuah sekolah di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, ini termasuk guru yang tidak bisa digugu dan ditiru. Sebab, sebagai seorang guru yang telah menikah, ternyata dia tak kuat melihat Srintil, 24, guru baru di sekolah itu. Memang, Srintil berparas cantik, bulu matanya lentik, dan kulitnya kuning langsat. Soal bodi, jangan ditanya, dijamin banyak lelaki yang klepek-klepek.

Mulanya, Markucel menggoda guru baru tersebut sebatas ucapan genit. Namun, seiring berjalannya waktu, Markucel makin berani. ”Akhir-akhir ini malah sudah saling mencubit,” ungkap salah seorang guru di sekolah itu.

Markucel dan Srintil awalnya hanya berjalan dan makan bersama. Namun, kini keduanya makin kelewat batas. Markucel ternyata juga sering menyambangi kos Srintil sepulang jam sekolah.

Mengetahui kabar itu, Markonah, 35, istrinya, tidak terima. Anehnya, bukannya marah, dia justru bersaing dengan suaminya. ”Saya juga bisa kayak suami saya,” kata Markonah dengan muka merah padam.

Ucapan perempuan yang juga berdinas di kantor Pendapa Kabupaten di Jalan Merdeka Timur, Kota Malang, itu pun memang nyata. Sebab, dia menunjukkan foto-fotonya tengah bermesraan dengan Srontol yang katanya adalah salah seorang atasannya di kantornya itu. Seperti duduk berdempetan ketika makan bersama, bahkan ada yang terlihat cipika-cipiki di tempat umum. ”Suami saya biar kapok,” ucap perempuan yang juga tinggal serumah dengan suaminya di daerah Sudimoro, Bululawang itu.

Masih belum jelas bagaimana perjalanan kisah keempatnya yang saling memadu kasih di masing-masing kantornya itu. Yang jelas, anak Markucel dan Markonah, sebut saja Joni, 14, yang masih duduk di bangku SMP itu kini terpaksa harus tinggal bersama bibinya di daerah Kedok, Turen. Dia diajak oleh bibinya karena rumahnya sedang dalam situasi yang tidak kondusif.

Pewarta : Gigih Mazda
Penyunting : Kholid Amrullah
Copy Editor : Indah Setyowati