MALANG KOTA – Belasan siswa sekolah di bawah Yayasan Al Ya’lu Malang berhasil mengharumkan nama Malang dan Indonesia di kancah internasional. Pasalnya, mereka telah memborong 19 medali dari olimpiade bergengsi yang diselenggarakan University of New South Wales (UNSW) Australia.

Olimpiade tersebut lebih populer dikenal dengan nama ICAS atau International Competition Assesment for School. Medali tersebut terdiri dari 6 medali emas, 7 medali perak, dan 6 medali perunggu. Mereka berhasil menyisihkan 10.000 peserta dari seluruh dunia.



Kepala SMP Al Ya’lu sekaligus Koordinator ICAS di Yayasan Al Ya’lu Wiyanto menjelaskan, program ini bisa dikatakan layaknya ujian tingkat internasional. Pada sistem pengerjaannya, para peserta diberikan soal-soal yang kemudian harus diisi pada lembar LJK. LJK inilah yang kemudian dikirimkan ke Australia. ”Anak-anak mengerjakannya semacam tryout. Namun, bedanya soal-soal tersebut dikemas dalam bahasa Inggris,” terangnya.

Mata pelajaran yang diujikan dalam olimpiade antara lain Science, Mathematics, English, Digital Technology, dan Writing. Al Ya’lu hanya mengirimkan untuk 3 mata pelajaran, yaitu Science, Mathematics, dan Digital Technology. Dari ketiganya, Al Ya’lu berhasil menduduki tempat tertinggi dengan meraih medali emas.

Sekitar 6 medali emas telah dibawa pulang oleh 5 siswa dengan penuh rasa bangga. Kelima siswa tersebut adalah Wahid Bandar Abiddin, peraih emas Mathematics kelas 8; Ahsin Kamil Hakim, peraih emas Science kelas 4; Mahmud Maghribi, peraih emas Science kelas 4; dan Aang Maulana, peraih emas Digital Technologies kelas 6. Selanjutnya, Ahmad Kutai Bantani berhasil menyabet dua medali emas sekaligus, yakni pada Science dan Mathematics Competition.

Menurut Wiyanto, dari segi persiapan, pihaknya tidak terlalu bersusah payah. Sebab, pembelajaran sehari-hari di sekolah Al Ya’lu memang menerapkan sistem bilingual atau penggunaan dua bahasa dalam satu pelajaran. Yakni bahasa Indonesia dan Inggris. Di samping itu, materi-materi soal di ICAS juga telah masuk pada kurikulum internasional. ”Sehingga, para siswa yang mendapatkan pelajaran Mathematics, Science, dan Digital Technologies, mereka juga berlatih soal-soal ICAS dari tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Olimpiade ini termasuk salah satu event terbesar yang paling diminati. Dari Kota Malang sendiri ada beberapa sekolah lain yang ikut berkompetensi. Yaitu, SMAN 4 Malang, SMAN 3 Malang, dan sekolah Bina Bangsa. Sedangkan dari Indonesia peserta terbanyak berasal dari Jakarta.

Selain Indonesia, ada 20 negara yang turut jadi peserta. Di antaranya, Australia, Brunei, Hongkong, Malaysia, Singapura, India, dan Afrika Selatan.

Pewarta : nr3
Penyunting : Kholid Amrullah
Copy Editor : Arief Rohman