KOTA MALANG – Strategi bakal calon wali kota (bacawali) Sutiaji untuk mencari kendaraan lain selain PDIP sepertinya berjalan mulus. Sebab, langkahnya mengikuti penjaringan di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP tidak banyak pesaing.

Itu karena lawan kuatnya, Ya’qud Ananda Ghuban (ketua DPC Partai Hanura yang juga mengambil formulir) mundur. Formulir bacawali yang seharusnya diserahkan kembali ke DPC PPP tidak diserahkan Nanda.

Praktis, peluang mantan anggota DPRD Kota Malang itu untuk mendapatkan rekomendasi bacawali dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP lebih besar. Apalagi, jajaran pengurus DPC PPP Kota Malang sudah cocok dengan Sutiaji.

”Kami akan all-out mengusung Pak Sutiaji, karena beliau saja yang serius,” kata Syamsul Huda, wakil ketua tim penjaringan DPC PPP Kota Malang, saat dikonfirmasi kemarin (11/11).

Syamsul memaparkan, hingga waktu pengembalian formulir pendaftaran penjaringan bacawali ditutup, hanya Sutiaji yang mengembalikan formulirnya. Sedangkan Nanda –sapaan akrab Ya’qud Ananda Ghuban– tidak mengembalikan hingga pukul 18.16 kemarin.

”Karena kami tunggu nggak ada kepastian, makanya kami tutup saja. Yang punya keseriusan Pak Sutiaji,” ucap sarjana ekonomi itu.

Dia menambahkan, pihaknya menyayangkan harapan palsu dari tim Nanda. Sebab, dua hari sebelumnya, tim Nanda sudah mengambil formulir ke tim penjaringan. ”Kalau ditanya menyayangkan, ya pasti menyayangkan. Tapi, itu kan haknya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, pihaknya bakal memproses bacawali yang sudah memenuhi syarat. Sehingga, hari ini (12/11) Sutiaji harus mengikuti tahap selanjutnya. Yaitu, pemaparan visi-misi saat rapat pimpinan cabang di Kepanjen, Kabupaten Malang. Kegiatan ini bakal dihadiri pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Provinsi Jawa Timur.

”Meski peserta tunggal, Pak Sutiaji harus menyampaikan visi-misinya besok (hari ini),” terang dia.

Hingga kemarin, Sutiaji menyampaikan kesediaannya untuk mengikuti proses selanjutnya. Namun, jika saat jam pelaksanaan berhalangan, pihaknya bisa memberikan solusi penyampaian visi-misi tersebut melalui video call.

”Karena beliau juga wakil wali kota aktif. Jadi, kalau memang besok (hari ini) beliau ada agenda, bisa dengan telekonfren (video call),” tandasnya.

Seperti diberitakan, Nanda dan Sutiaji mendaftar ke tim penjaringan PPP untuk bakal calon wali kota. Kedua tokoh ini sudah mengambil formulir lebih dari H-1 hari sebelum ditutup pendaftarannya. Keduanya juga sudah mengikuti penjaringan di partai lain. Sutiaji misalnya, sudah mengikuti penjaringan bacawali di DPC PDIP. Hingga kini, Sutiaji masih menunggu rekomendasi dari Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. Namun sempat dikabarkan peluang Sutiaji mendapat rekom PDIP kecil.

Sedangkan Nanda sudah membangun koalisi bersama Partai Amanat Nasional (PAN). Koalisi partai yang mengusungnya sebagai cawali disebut koalisi Harapan (Hanura-PAN). Kedua partai itu mengantongi 7 kursi di DPRD Kota Malang.

Pewarta: Imam Nasrodin
Penyunting: Mahmudan
Copy editor: Arief Rohman
Foto: Radar Malang