Ok/dan

Selingkuh Atas Nama Dendam

”Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang kemudian. Bersakit-sakit dahulu, baru bersenang-senang kemudian.” Begitulah kira-kira motivasi Markucel, 34, warga Kecamatan Lawang, itu saat menceraikan istrinya, Markonah, 33. Markucel ngotot menjatuhkan talak karena tidak kuat

Awalnya, pasutri (pasangan suami istri) yang tinggal di Singosari itu tidak ada masalah. Sejak menikah 7 tahun lalu, mereka dikaruniai dua anak. Hubungan keduanya juga selalu harmonis.

Namun, satu tahun belakangan, Markucel sering menjadi sasaran omelan Markonah. Misalnya saat pulang kerja terlalu malam, Markonah ngomel-ngomel. Bahkan, sering kali dia tidak membukakan pintu untuk suaminya. Saat pulang sore pun, istrinya tidak memasak untuknya.

”Saya tanya masak atau nggak, alasannya belum matang. Ya sudah, saya makan di warung saja,” keluh Markucel beberapa waktu lalu.
Meski begitu, Markucel tetap mencintai Markonah. Dia juga tidak pernah membalas omelan Markonah. Maklum, Markucel tergolong suami penyabar. Kepada kedua anaknya yang masih kecil juga selalu menyayangi.

Usut punya usut, Markonah ternyata menjalin asmara dengan Srontol, 20, berondong yang belum lulus kuliah. Markucel melihat dengan kedua matanya sendiri jika Markonah asyik makan malam dengan pemuda tersebut.

Saat itu, Markucel baru menyadari jika omelan istrinya itu hanya sebagai alasan. Markonah sengaja marah-marah kepada Markucel agar tidak betah di rumah sehingga dia bebas ber-hohohihe dengan Srontol.

Mengetahui istrinya selingkuh, Markucel tidak langsung menegurnya. Diam-diam, Markucel juga mencari perempuan lain untuk balas dendam. Bertemulah Markucel dengan Srintil, 25, perempuan muda yang jauh lebih cantik jika dibandingkan Markonah.

Setelah hubungannya dengan Srintil makin intim dan siap menuju jenjang pernikahan, barulah Markucel berulah. Dia membuka borok istrinya yang selingkuh dengan Srontol. Selain itu, Markucel mengancam Srontol akan melaporkan ke polisi jika tetap mendekati istrinya. Markonah dan Srontol pun berjanji tidak akan melanjutkan hubungan mereka lagi.

Meski begitu, Markucel belum puas. Dia tetap menceraikan Markonah dan meminta hak asuh kedua anaknya. Proses perceraian keduanya pun sudah berjalan di PA (Pengadilan Agama) Kabupaten Malang. Kini Markucel puas karena bisa membalas perselingkuhan yang dilakukan Markonah. (jaf/c2/dan)