KOTA BATU – Kota Batu tak mau kalah dengan kota-kota besar dalam urusan kebersihan jalan. Di Kota Pariwisata ini, penyapu jalan hanya tidak dilakukan pasukan kuning (petugas kebersihan), tetapi juga melibatkan street sweeper atau mobil penyapu sampah. Kendaraan seharga Rp 3,8 miliar itu kini sudah rutin beroperasi. Seperti yang terlihat kemarin (7/5) di Jalan Agus Salim, Alun-Alun Kota Batu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Arief As Siddiq melalui Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Kota Batu Mawardi menyatakan, kendaraan tersebut sudah dioperasikan sejak awal tahun lalu.

”Mulai Januari, namun hanya waktu-waktu tertentu saja,” kata dia. Misalnya, saat selesai acara dan banyak bekas sampah. ”Kalau di jalanan, saat waktu sela saja, saat jalanan sepi,” ungkap dia.

Mobil penyapu jalan buatan Italia yang berbanderol hampir Rp 4 miliar tersebut cukup canggih. ”Mobil itu, selain menyapu juga menyedot sampah,” kata Mawardi.

Namun, tetap saja ada kelebihan dan kekurangan jika dibandingkan dengan pasukan kuning biasanya.

Dia menyebutkan, mobil street sweeper hanya bisa membersihkan di jalanan yang rata. ”Kalau naik ke trotoar tidak bisa ngambil sampah,” kata dia. Begitu juga dengan kondisi jalan yang tidak rata, mobil akan kesulitan bekerja.

Namun, mobil street sweeper mempunyai kelebihan. Yakni, lebih cepat. Sekali lewat, jalan langsung bersih. ”Karena itu, kami gunakan pada waktu tertentu.

Misalnya, saat jalan sepi. Saat selesai acara dan butuh membersihkan dengan cepat, kami eksekusi dengan mobil penyapu itu,” kata Mawardi.

Sehingga, jalan bisa segera bersih dan normal kembali. ”Kalau untuk medan yang sulit, seperti di trotoar, tetap kami kerahkan petugas,” pungkasnya.

Pewarta: Aris Dwi
Penyunting: Ahmad Yani
Foto: Bayu Eka