Komnas HAM: Tidak Melanggar HAM jika Mantan Koruptor Dilarang Nyaleg

KOTA BATU – Dinas Penanggulangan Kebakaran (DPK) Kota Batu berniat menambah unit pelaksana teknis (UPT) pemadam kebakaran di tiap kecamatan. Hal itu penting mengingat permukiman di tiga kecamatan saat ini cukup padat. Adanya UPT di masing-masing kecamatan akan mempercepat penanganan jika ada kebakaran.

Kepala Bidang Operasional Kebakaran Dinas Penanggulangan Kebakaran (DPK) Kota Batu Santoso Wardoyo membenarkan usulan tersebut masuk dalam pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Batu 2018–2022. ”Memang idealnya seperti itu, di setiap kecamatan ada UPT pemadam kebakaran,” ungkap dia, kemarin (10/6).

Dengan adanya UPT, upaya penanganan serta pencegahan bisa dimaksimalkan di masing-masing kecamatan. ”Saat ada kebakaran, bisa langsung ditangani lebih cepat, karena jaraknya yang dekat. Sehingga bisa meminimalisasi adanya kerugian yang besar atau korban jiwa,” ujar dia.

Berbeda jika seperti sekarang ini. Pemadam kebakaran semuanya terpusat di Kota Batu. ”Fungsinya untuk reaksi cepat, jadi sambil nanti menunggu bantuan datang dari yang lainnya,” ujar Santoso.

”Armada kebakaran juga bisa gantian, misalnya jika satu armada pemadam kehabisan air, maka bantuan sudah datang,” imbuh dia. Karena itulah, dalam RPJMD diusulkan adanya penambahan unit pemadam kebakaran di tiap kecamatan. Idealnya, di setiap kecamatan ada kantor pemadam kebakaran sendiri yangh dilengkapi 2 mobil pompa serta 1 unit mobil rescue. ”Itu jika mengikuti idealnya layanan untuk masyarakat,” terang dia.

Diakui, untuk merealisasikan rencana tersebut tidak mudah. Sebab, dana yang dibutuhkan cukup besar. ”Harapan kami dengan usulan disampaikan sekarang, ke depannya bisa direalisasikan,” terangnya.

Menurut Santoso, saat ini jumlah armada dan personel pemadam kebakaran masih belum ideal. Seperti armada yang sekarang ini baru ada 3 mobil pompa dan 1 mobil tangga. ”Seharusnya punya 7 mobil pompa, jadi masih kurang 4 lagi,” terang Santoso.

Begitu juga, mengenai personel pemadam kebakaran. ”Idealnya itu 100 personel, namun sekarang adanya 25, sebisa mungkin dimaksimalkan yang ada dulu,” ungkap Santoso.

Pewarta : Aris Dwi
penyunting : Ahmad Yani
Copy Editor : c1