Karaoke The Nine.

MALANG KOTA – Janji Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang untuk memanggil pengelola karaoke The Nine sepertinya bakal dipenuhi. Institusi penegak peraturan daerah (perda) itu sudah menjadwalkan bahwa hari ini (16/5) pengelola The Nine akan dipanggil.

Kasatpol PP Kota Malang Priyadi memaparkan, pemanggilan itu juga dimanfaatkan untuk memeriksa perizinan karaoke yang terletak di Jalan Tangkuban Perahu itu.

”Kami akan periksa izin dan surat-surat lainnya. Ini terkait legalitas tempat karaoke itu,” ujar Priyadi kemarin (15/5).

Jika ditemukan pelanggaran, Priyadi berjanji akan menindaknya sesuai aturan. Tapi jika perizinannya sudah benar, pihaknya akan membiarkan The Nine beroperasi.

Priyadi juga akan melakukan tindakan preventif. Harapannya agar karaoke lain tidak melanggar peraturan. Termasuk memperketat pengawasan agar ladies companion (LC) atau ’purel’ tidak memberi layanan plus-plus kepada pengunjungnya.

”Dari karaoke ini (The Nine, Red), kami intensifkan pencegahan terjadinya tindak pidana semacam itu di dalam karaoke,” tandas mantan Camat Blimbing itu.

Seperti diberitakan, karaoke The Nine digerebek Polda Jatim pada Minggu (13/5) pukul 03.00 dini hari. Dalam penggerebekan di room VIP lantai tiga itu, polisi mengamankan satu pasangan yang sedang ”begituan”, antara seorang laki-laki yang diduga sebagai tamu dan seorang LC. Keduanya langsung diamankan, berikut barang bukti berupa beberapa botol minuman keras. Total ada 10 orang yang dibawa ke Polda Jatim untuk diperiksa.

Sementara itu, pihak The Nine tidak merespons saat dikonfirmasi. Demikian pesan singkat yang ditujukan kepada Ade, salah satu manajer The Nine, pun tidak dibalas.

Tapi sebelumnya, Eksekutif Marketing The Nine Lucky Wijaya membantah telah menyediakan fasilitas plus-plus. Jika ada LC yang memberikan pelayanan plus-plus kepada pengunjung, hal itu di luar kewenangan pengelola The Nine.

Meski begitu, pihaknya sudah berupaya mengantisipasinya. Bentuk antisipasi yang dilakukan adalah mewajibkan LC dan pegawai lain membuat surat pernyataan. Intinya, tidak boleh membawa narkoba, tindakan kriminal, hingga melakukan tindak asusila.

”Dari awal kami buat surat perjanjian yang harus dipatuhi LC dan semua pegawai The Nine,” ujarnya. ”Kalau ada yang melanggar, menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing,” tambahnya.

Pewarta: Fajrus Shiddiq
Penyunting: Mahmudan
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Rubianto