Menurut Dedi Winarno, kepala UPT Pemandian Patemon, Tanggul, ada empat kolam renang yang bisa dimanfaatkan pengunjung di Patemon. Tiga kolam renang diperuntukkan pengunjung anak-anak dan remaja serta sebuah kolam renang untuk dewasa dengan kedalaman 4,5 meter.

Salah satu keunggulan Pemandian Patemon, kata dia, kualitas airnya. Sebab, semua kolam di Patemon disuplai dari mata air yang murni. “Mata air yang kami pakai termasuk yang terbesar dengan debit sekitar 450 meter kubik per detik,” katanya.

Karena itu, Dedi menyatakan, bila air tertelan pengunjung yang berenang tidak akan mengganggu kesehatan. Sebab, air yang dipakai tidak dimurnikan dengan kaporit. “Bahkan, masyarakat yang ikut memanfaatkan mata air itu biasa mengonsumsinya tanpa dimasak lebih dulu dan tidak ada masalah dengan kesehatannya,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Patemon juga memiliki satu jajanan khas yaitu sate pohong atau sate ketela. Snack unik ini rupanya cukup diminati oleh pengunjung yang datang ke lokasi tersebut. “Jadi pohong yang sudah digoreng akan dipotong-potong, kemudian ditusuk hingga berbentuk seperti sate,” imbuh Dedi.

Pemandian Patemon juga sudah dilengkapi dengan camping ground yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung yang ingin berkemah di sana. Baik bersama keluarga, teman, maupun rekan kerja. “Sudah banyak instansi dan perguruan tinggi yang camping di sini,” lanjutnya.

Mengenai tiket masuk Pemandian Patemon, dia menegaskan, tergolong murah. Untuk dewasa Rp 5.000 per orang dan anak-anak Rp 3.000. “Kami sebenarnya ingin menaikkan tiket masuk ini untuk menambah setoran pendapatan asli daerah (PAD),” tandasnya. 

(jr/lin/aro/das/JPR)

Source link