MALANG KTOTA – Tak semua masyarakat sadar akan pentingnya asuransi. Berdasarkan hasil penelitian, hanya 12 persen masyarakat Indonesia yang berasuransi.

”Itu data nasional. Kami belum punya data untuk di Malang. Tapi, bisa dipastikan lebih kecil dari angka itu,” kata Branch Manager Asuransi Astra Malang Ruby Tehofelea pada insurance workshop di kantor Asuransi Astra Sabtu lalu (11/11).

Padahal, ada banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan ikut asuransi. ”Risiko yang dialami bisa dialihkan dan ditanggung asuransi,” kata Theo, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, Theo menjelaskan, Asuransi Astra memiliki sejumlah produk asuransi. Salah satunya, Garda Oto, asuransi untuk kendaraan bermotor. Asuransi tersebut memberi perlindungan atas kendaraan bermotor terhadap berbagai jenis risiko. Di antaranya, tabrakan, benturan, terbalik, tergelincir, terperosok, pencurian, perbuatan jahat, dan kebakaran.

”Selain itu, kerugian atau kerusakan selama penyeberangan dengan kapal di bawah pengawasan Dirjen Perhubungan Darat juga ditanggung asuransi,” jelasnya.

Terdapat pula perluasan jaminan di luar Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) yang dijamin Garda Oto. ”Dengan perluasan jaminan ini, hal-hal yang sebelumnya tidak dijamin PSAKBI pada awal perjanjian dapat dijamin sesuai dengan jenis dan ketentuan,” tambah Theo.

Untuk itu, demi memberi layanan klaim yang mudah dan cepat, telah ada layanan Garda Mobile Otocare yang bisa diakses lewat smartphone customer. ”Bisa melakukan prosedur klaim dengan cepat dan mudah menggunakan aplikasi Garda Mobile Otocare,” ujarnya.

Aplikasi tersebut dilengkapi berbagai fitur yang bisa diakses pemegang polis asuransi. Di antaranya, Claim Report yang memberi layanan laporan kerugian, lalu pemberian nomor antrean ketika datang ke kantor asuransi. Kedua, fitur Claim Status yang memudahkan pemegang polis untuk memantau status perbaikan kendaraan. Dan ketiga, Emergency untuk kebutuhan darurat customer seperti ban bocor, aki habis, atau membutuhkan mobil derek.

”Belum ada cerita orang yang bangkrut karena punya asuransi. Tapi kalau orang bangkrut karena tidak berasuransi, ada yang mengalaminya,” pungkas Theo.

Pewarta: nr8
Penyunting: Indra Mufarendra
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Darmono