Regulator Pasar Modal Optimistis Pilpres Tak Ganggu Perdagangan Saham | JawaPos.com

JawaPos.com – Hingar bingar keriuhan politik Indonesia dimulai. Pelaku pasar modal dan pasar uang, khususnya investor mulai menyoroti perkembangan situasi politik menyusul diumumkannya pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Kamis (9/8) malam.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memandang, para penentu kebijakan pasar modal optimis masuknya tahun politik tidak berpengaruh terhadap stabilitas perekonomian. Perekonomian tetap kondisif sehingga pengaruh terhadap perdagangan bursa saham sangat kecil. Keyakinan tersebut berdasarkan dari data tahun-tahun politik sebelumnya.

“Rasanya tidak ada dampak atau kejadian yang signifikan. Artinya politik kita diapresiasi karena pemilihan langsung yang mungkin paling aman sedunia tidak ada rusuh dan insya Allah 2019 juga akan berlangsung dengan baik,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (10/8).

Hoesen mengaku, perpolitikan dalam negeri memang turut mempengaruhi sentimen pada perdagangan pasar saham. Namun, jika pesta demokrasi aman dan berlangsung kondisif juga dapat menjadi sentimen yang positif.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi menambahkan, pengaruh Pergerakan IHSG jauh lebih rentan jika adanya gejolak ekonomi global seperti saat terjadi krisis ekonomi.

“Bahkan indeks pada saat Pemilu pernah ada kenaikan. Indeks jatuh lebih banyak di 2008 dan 1998, itu karena faktor eksternal bukan pemilu,” tuturnya.

Sebagai informasi, calon presiden Joko Widodo telah mengumumkan pasangannya Ma’ruf Amin, sedangkan Prabowo memilih Sandiaga Uno sebagai wakilnya.

(mys/JPC)