MALANG KOTA Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) kini punya lembaga baru. Namanya Pusat Studi Pancasila dan Multikultural yang diresmikan oleh Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP) Yudi Latif MA PhD.

”Untuk mendukung pengembangan teori Pancasila, peran pusat studi sangat fundamental,” kata Yudi saat mengisi Kuliah umum ”Meneguhkan Pancasila sebagai Infrastruktur Nilai dalam Membangun Peradaban Indonesia yang Multikultur” di Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) kemarin (21/11).

Yudi menegaskan, pusat studi tersebut nantinya bisa mengkaji kearifan lokal yang ada di Malang. ”Di Malang pasti ada kearifan lokal maupun kearifan berbasis keagamaan yang bisa untuk pengayaan dan penguatan Pancasila,” ungkapnya.

Peranan Pusat Studi Pancasila dinilai penting, karena selama ini pengkajian ilmiah yang melibatkan berbagai disiplin ilmu masih kurang. ”Kita masih kurang menekankan aspek teoritik pengetahuan Pancasila,” katanya.

Selama ini, menurut dia, perkembangan Pancasila masih terlalu menekankan pada aspek praktis. Yudi mencontohkan, salah satu hal yang perlu diteliti lebih lanjut adalah soal ekonomi Pancasila, demokrasi Pancasila, dan lain sebagainya. ”Jadi, Pancasila itu harus punya kaki-kaki pengetahuan yang cukup. Termasuk bagaimana Pancasila bisa dipakai untuk membahas masalah kebangsaan, negara, maupun agama,” tegasnya.

Menurut Yudi, Pusat Studi Pancasila idealnya bisa didirikan di setiap perguruan tinggi. ”Ini akan selalu kita promosikan. Kalau di PTN, sudah ada beberapa yang mendirikan. Nah, kalau PTS masih perlu banyak digalakkan,” ujar dia. Dan, peran mahasiswa menjadi sangat penting, karena merekalah yang menjadi ujung tombak perkembangan keilmuan.

Sementara itu, Rektor Unikama Dr Pieter Sahertian MSi menekankan bahwa Pusat Studi Pancasila yang didirikan juga sekaligus menjadi pusat studi multikultural. ”Karena memang kampus kita kan kampus multikultural. Jadi, kita akan lakukan kajian, penelitian, dan model pembelajaran yang mengarah ke sana,” kata Pieter.

Meski begitu, dalam pengembangannya nanti, Unikama tetap bekerja sama dan mengikuti pola-pola yang sudah dirumuskan oleh Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP IP).

Selain itu, dia berharap agar mahasiswa maupun warga kampus terbiasa dengan nilai-nilai kebangsaan, khususnya nilai multikulturalisme. ”Supaya ketika mereka keluar dan kembali ke masyarakat mereka bisa menularkan pola hidup multikultural yang sebenarnya didambakan masyarakat,” tegasnya.

Pewarta: Tabita Makitan
Penyunting: Kholid Amrullah
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Octo Pratama