Puisi Bung Karno Jadi Inspirasi Pidato Puti

Calon wakil gubernur Jatim Puti Guntur Soekarno saat membacakan puisi gubahannya, Selasa (13/2).
(Aryo Mahendro/RADAR MALANG ONLINE)

RADAR MALANG ONLINE – Calon wakil gubernur Jatim Puti Guntur Soekarno menyampaikan pidato politiknya usai penetapan nomor urut calon peserta Pilkada Jatim, Selasa (13/2). Dalam pidatonya, Puti menggubah puisi sang kakek yang tergurat di buku Sarinah.

“Izinkan saya menyampaikan puisi yang pernah dibacakan Bung Karno, dalam buku Sarinah, yang mencerminkan persamaan antara perempuan dan laki-laki,” kata Puti di depan para audience.

Sarinah sendiri merupakan perempuan pengasuh Bung Karno semasa kecil. Pada buku yang ditulisnya itu, Sang Proklamator menegaskan bahwa Sarinah sebagai ikon peran penting perempuan.

Dengan percaya diri, Puti menyampaikan puisi itu, tanpa memegang dan membaca naskah. Menurut Puti, puisi tersebut mencerminkan persamaan antara perempuan dan laki-laki. Begitu pula kiprahnya mencalonkan diri sebagai pimpinan Jawa Timur bersama Saifullah Yusuf.

Berikut petikan puisi tersebut:
Kami berdua bagai kepak sayap burung garuda
Yang kanan dan yang kiri
Ketika kami berdua mengepakkan dengan kuatnya
Maka kami bisa terbang setinggi-tingginya
Menukik, menyentuh rakyat Jawa Timur
Sayap kami berdua, akan mengayomi rakyat Jawa Timur
Sehingga kemenangan kami berdua, kami yakinkan adalah kemenangan untuk seluruh rakyat Jawa Timur, Maka itu, kabeh sedulur kabeh makmur

Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno berfoto usai penentuan nomor urut
(Dida Tenola/RADAR MALANG ONLINE)

Saat mengatakan ‘kami berdua’, intonasi nada Puti menguat sembari mengangkat dua jarinya. Dia memberikan simbol sesuai dengan hasil undian nomor urut paslon Gus Ipul-Puti, yakni nomor 2.

“Mohon doa dan restu dari rakyat Jawa Timur untuk kami berdua, Gus Ipul dan saya. Semoga kemenangan kami kelak adalah kemenangan rakyat Jawa Timur,” pungkasnya mengakhiri pidato.


(did/HDR/JPC)