“Diabetes merupakan salah satu penyakit kritis yang mematikan. Kami sebagai penyedia jasa keuangan memiliki komitmen dan fokus strategis pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap diabetes dan pencegahannya,” ujar Presiden Direktur Sun Life Financial Indonesia Elin Waty.

Kepedulian Sun Life juga ditunjukkan lewat Studi Kesadaran Diabetes yang diadakan Sun Life Financial Asia di lima negara yakni Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Vietnam, akhir September lalu. Penelitian dilakukan oleh lembaga riset pasar independen Ipsos  melalui wawancara daring kepada 2.119 penduduk berusia antara 25-60 tahun.

Chief Marketing Officer Sun Life Financial Indonesia Shierly Ge (kiri) berbincang dengan Kepala Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM Em Yunir (kanan).
(IMAM HUSEIN/JAWA POS)

Berdasarkan survei tersebut, 33 persen responden di Indonesia telah melakukan pengecekan diabetes dalam kurun waktu 12 bulan terakhir, 8 persen didiagnosis menderita diabetes, 44 persen memiliki keluarga dekat yang menderita diabetes dan 61 persen dinyatakan bebas dari diabetes tapi tetap khawatir akan terkena diabetes di masa depan.

Masyarakat Indonesia memiliki persepsi bahwa pengidap diabetes memiliki harapan hidup lebih pendek 16 tahun dibanding mereka yang tidak terkena diabetes. Hal itu perlu diluruskan karena banyak masyarakat Indonesia yang terkena penyakit diabetes.”Saat ini, penderita diabetes di Indonesia diperkirakan mencapai 39 persen  dari total populasi,” ungkapnya

Berdasar survei, responden dari Hong Kong dan Indonesia percaya, diabetes akan menurunkan harapan hidup 16 tahun, responden Malaysia berpendapat 18 tahun, responden Vietnam mengatakan 11 tahun, dan responden Filipina 33 tahun.”Nyatanya, berdasar riset Ipsos rata-rata penurunan harapan hidup berkisar 10-12 tahun,” cetusnya.

Chief Marketing Officer Sun Life Financial Indonesia Shierly Ge mengatakan, angka penderita diabetes di Indonesia saat ini tergolong tinggi. Namun, kesadaran masyarakat dalam melakukan pengecekan masih rendah.“Padahal biaya yang dikeluarkan dalam pengobatan penyakit diabetes cukup besar. Jadi masyarakat harus mengantisipasi risiko penyakit diabetes di masa depan,” tuturnya.

Sebab jika tidak, penyakit ini bisa menjadi beban ekonomi masyarakat. Besarnya biaya yang harus dikeluarkan penderita diabates di beberapa negara berbeda dengan rata-rata sebesar USD 1.778 pertahun. Khusus Indonesia, kata Shierly, responden memperkirakan biaya yang diperlukan pasien diabetes untuk pengobatan mencapai Rp 12,2 juta per tahun. “Itu tentu beban untuk masyarakat,” jelasnya.


(arm/tih/wir/JPC)

Source link

Source link