Selain itu, khitan juga bisa mengurangi risiko terjadinya infeksi saluran kemih, mengurangi risiko penularan penyakit menular seksual terutama pada laki-laki, mencegah terjadinya kanker penis, dan mengurangi risiko kanker serviks pada perempuan (partner seksual). Bahkan khitan bisa mencegah penularan infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Human Papilloma Virus (HPV).

“Di beberapa negara kasus HIV tinggi, disebabkan karena banyak warga tidak disunat,” kata Dokter Spesialis Urologi dari RS Siloam Asri Dr. dr. Irfan Wahyudi, SpU(K), di Jakarta, Kamis (7/12).

Irfan menjelaskan, jika tidak disunat pun, tidak akan mempengaruhi kesehatan kelamin ataupun kualitas hubungan intim. Begitu pula dari sisi kesehatan tidak masalah tak disunat sepanjang seseorang mampu menjaga kebersihan alat vitalnya. “Tidak disunat tidak mempengaruhi seks, namun berisiko meningkatkan HIV,” jelasnya.

Mengapa demikian? Sebab virus akan menempel di kulit refrisium pada Mr P. Di Afrika, pria yang tidak dikhitan berisiko empat kali lipat lebih besar dari laki-laki yang sudah dikhitan.

Sementara HIV/AIDS menular akibat adanya darah atau plasma yang menularkan dari satu ke yang lain. Saat berhubungan intim, gesekan bisa terjadi sehingga bisa menyebabkan iritasi. Jika ada luka, maka itu bisa menularkan penyakit mematikan tersebut.

Namun jika pria yang sudah dikhitan, maka risiko gesekan akan lebih sedikit, lipatan akan lebih kecil. Karenanya risiko penularan HIV/AIDS lebih kecil.


(ika/ce1/JPC)