MALANG KOTA-Tren mutasi jabatan rupanya berdampak pada penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal ini dibuktikan dengan banyaknya orang tua yang mencari informasi dan menaruh berkas untuk memindahkan sekolah anaknya ke Kota Malang.

Salah seorang operator PPDB Moch Toha menyatakan, tahun ini memang banyak orang tua yang ingin memindahkan putra-putrinya. ”Dibanding tahun lalu, tahun ini ada peningkatan lebih banyak,” ucapnya, kemarin.

Menurut dia, datanya memang belum direkap hingga menjelang libur Lebaran. Kendati demikian, hingga diwawancara, ada 150 siswa yang mutasi. Data ini hanya berselang dua hari dari pembukaan PPDB. Sedangkan tahun lalu, selang dua hari pembukaan PPDB, jumlah siswa yang pindah ke luar kota dan masuk sekitar 70 persen dari jumlah saat ini. ”Rata-rata yang pindah ayahnya bertugas di TNI dan kepolisian. Mungkin sedang musim mutasi jabatan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Malang Zubaidah mengakui, mutasi siswa saat ini lebih banyak. ”Meskipun rekapan siswa baru dilaksanakan selepas Lebaran,” ujarnya. Dia mengaku sempat diberi laporan, tahun ini mutasi siswa lebih banyak dari tahun lalu. Rata-rata siswa yang pindah adalah siswa yang siap naik kelas tahun ini. ”Ada juga siswa yang pindah ke sini sebagai calon peserta didik baru,” tambah Ida.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang, permohonan mutasi lebih banyak didominasi siswa yang masuk ke dalam kota. Kebanyakan berasal dari Jawa Tengah, Kalimantan, dan Sumatera. Salah satu orang tua calon peserta didik baru, Nuryanto, memindahkan putranya lantaran dia dipindah oleh perusahannya untuk bertugas di Surabaya. Nuryanto sengaja membawa putranya untuk sekolah di Malang, lantaran ada sepupu yang tinggal di Malang dan dia menilai pendidikan di Kota Malang lebih baik. ”Malang macetnya belum separah di Surabaya dan lingkungan pendidikannya lebih baik,” ucap Nuryanto.

Sementara itu, kuota siswa luar kota yang masuk ke dalam kota sebesar 5 persen. Tahun ini, jumlah pagu SD tahun ajaran 2018/2019 mencapai 9.216 siswa dan siswa SMP mencapai 6.527. Artinya, untuk SD ada 460 siswa luar kota yang bisa masuk. Jumlah ini tersebar di 232 SD. Sedangkan untuk SMP, ada 326 siswa yang tersebar di 27 SMP Kota Malang.

Pewarta: Sandra
Editor: Amalia
Penyunting: Irham Thoriq