MALANG KOTA – Tugas Politeknik Kota Malang (Poltekom) membekali 67 karyawan PT Sapta Indah Sejati (PT SIS) akhirnya tuntas sudah. Kemarin (12/6), telah dilaksanakan penutupan pembekalan program pelatihan basic mechanic course (BMC). Pembekalan kerja tersebut diperuntukkan tenaga kerja level mechanic preparation program (MPP) dan diploma preparation program (DPP).

Pembekalan selama tiga bulan tersebut dilakukan di dua tempat. Pertama, di Poltekom untuk penguatan materi industri dan mekanikal. Sementara untuk pendidikan pembinaan mental dan fisik (dikbintasik), berlokasi di Dodik Bela Negara milik Pangdam V Brawijaya.

Direktur Poltekom Dr Isnandar menyatakan, penguatan materi fisik dan materi ini sangat diperlukan. Apalagi, PT SIS bergerak di bidang pertambangan.

”Wilayah tenaga kerja pertambangan membutuhkan ketangkasan yang besar,” ucap pria yang juga dosen Universitas Negeri Malang (UM) ini.

Bagi Isnandar, pelatihan mental dan fisik memiliki tujuan sendiri. Selama ini, dia melihat daya saing tenaga kerja Indonesia belum ada di level terbaik. Bahkan, pada peringkat daya saing di antara 137 negara, Indonesia berada di peringkat 80. Isnandar menilai, kurangnya kejujuran dan minimnya kedisiplinan menghambat kompetensi tenaga kerja.

”Kalau lewat dikbintansik, mereka akan terlatih disiplin, jujur, dan cerdas,” tambah Isnandar.

Apa saja model pelatihannya? Wakil Komandan (wadan) Ringdam V Brawijaya Kol Inf Bambang Sujarwo menjelaskan, program pembinaan fisik tidak terlalu berfokus pada penguatan fisik.

”Kami melatih fisik dalam artian mendisiplinkan mereka,” ujar Bambang.

Dia melihat, indikator perusahaan dalam menilai kekuatan fisik berbeda dengan TNI ataupun instansi lainnya. ”Indikator utama kejujuran dan kedisiplinan, maka output bina fisik mengarah ke sana,” ujar Bambang.

Untuk penguatan materi, selama program BMC ini, Poltekom juga melaksanakan blended curriculum dengan PT SIS. Blended curriculum merupakan kurikulum campuran antara industri dan pihak Poltekom untuk jurusan mekatronika dengan skema belajar 4 banding 2. Empat semester di kampus untuk belajar dan dua semester di industri untuk magang.

Isnandar menambahkan, blended curriculum merupakan jawaban bagi kemenristekdikti saat mengampanyekan program revitalisasi poltek. ”Harapan kemenristekdikti, poltek bisa terhubung dengan pihak industri dengan menguatkan kompetensi mahasiswa,” pungkasnya.

Pewarta: Sandra Desi
Penyunting: Irham Thoriq
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Poltekom