SUAMI mana yang tidak marah jika istrinya bermain cinta dengan pria lain? Barangkali, semuanya akan marah. Namun, respons kemarahannyalah yang berbeda. Ada yang sebatas mengumpat, main pukul, atau ada yang langsung melakukan tindakan tegas. Menjatuhkan talak satu, disertai pengajuan cerai ke kantor pengadilan agama (PA).

Markucel, 37, tergolong pria yang langsung mengambil tindakan tegas. Marketing perusahaan swasta asal Pasuruan itu nekat menceraikan Markonah, 27, warga Kecamatan Klojen, Kota Malang. Itu setelah dia memergoki istrinya kerap jalan berduaan dengan Srontol, 28, pemuda asal Kecamatan Kedungkandang.

”Sepertinya sudah tidak bisa dipertahankan rumah tangga ini,” tutur Markucel di sela-sela mengurus pengajuan cerai di kantor PA Malang beberapa hari lalu.

Markucel tak menyangka rumah tangga yang dibangun bersama Markonah tak bertahan lama. Saat mempersunting gadis idamannya itu pada 12 Juli 2009, Markucel menaruh harapan besar. Dia membayangkan bakal hidup bersama Markonah hingga kakek-nenek.

Awal pernikahan, pasangan suami istri (pasutri) yang terpaut sepuluh tahun itu sangat harmonis. Keharmonisannya sempat membuat para tengganya iri. Markucel seorang marketing sukses, sedangkan Markonah adalah perempuan cantik. Apalagi, usianya relatif muda, sehingga staminanya tinggi di atas ranjang.

Namun setelah dikaruniai seorang anak, Markonah mulai kecentilan pada pria lain. Bahkan, dia tidak sungkan-sungkan bercanda dengan pria lain meski ada Markucel. Mulanya, Markucel tidak curiga dengan kegenitan istrinya. Tapi lama-lama Markonah mulai berani jalan-jalan dengan pria lain.

Karena Markucel merasa masih cinta, dia menasihati istrinya. Bukannya mengakui kesalahan, Markonah justru mengungkit-ungkit uang belanja yang kurang. Padahal Markucel tidak pernah mengurangi jatah uang belanja.

Usut punya usut, ternyata uang belanja itu hanya alasan Markonah. Ibu satu anak itu sengaja mencari masalah dengan Markucel agar bebas ber-hohihi dengan Srontol. Puncak kekesalan Markucel terjadi pada Desember 2016 lalu. Kala itu, terjadi pertengkaran keras antara pasutri itu, dan Markonah mengusir Markucel. Setelah hidup tidak serumah beberapa tahun, Markucel resmi menceraikan Markonah.

Pewarta: nr1
Penyunting: Mahmudan
Copy Editor: Arief Rohman
Grafis: Andhi Wira