Suasana pembukaan Reuni Akbar Unmer, Sabtu (2/12).

MALANG KOTA – Reuni Akbar Universitas Merdeka (Unmer) Malang turut dihadiri Bupati Malang Rendra Kresna. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Alumni Unmer itu memberi sambutan sekaligus membuka acara di Gedung Balai Merdeka Unmer, Sabtu siang (2/12).

Dalam sambutannya, Rendra membahas soal kesuksesan. Menurutnya, sukses tidak harus linier dengan pendidikan yang ditempuh. Misalnya, banyak mahasiswa teknik namun kini malah sukses di bidang lain seperti pemerintahan. “Sukses dimanapun juga akan mengharumkan nama Unmer Malang,” sebutnya.

Dihadapan tiga ribu alumni yang datang, Rendra berharap para alumni dapat terus menjunjung tinggi nama Unmer dimanapun mereka berada. “Harapan saya, Unmer akan terus menjadi bagian kita,” ingin Bupati Malang dua periode tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Yayasan Unmer, Toegino S, mengatakan dari segi fisik Unmer tidak ada perubahan. Namun dari sisi akademik, banyak kemajuan yang patut dibanggakan.

“Alumni Unmer ini ada 53 ribu jiwa, tersebar di seluruh penjuru tanah air. Belum pernah dan mudah-mudahan tidak ada yang berbuat tidak baik. Karena selama kuliah disini, selalu diberi semboyan unggul tapi tetap rendah hati,” terang Toegino.

Dalam kesempatan reuni akbar ini, Rektor Unmer Anwar Sanusi menyempatkan diri untuk menjelaskan visi misi Unmer dalam beberapa tahun kedepan. Dimana saat ini Unmer masuk dalam tahapan fokus pada pengembangan kesetaraan dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) lainnya.

“Nanti di tahun 2026-2035 Unmer akan masuk pada tahap unggul. Untuk mencapainya, ditempuh dengan strategi pengembangan empat pilar,” ungkap Anwar. Empat pilar tersebut adalah mutu tulisan, mutu penelitian dan pengabdian masyarakat, tata kelola, dan kerjasama.

Usai sambutan-sambutan, pembukaan Reuni Akbar Unmer ditandai dengan membunyikan seribu alat musik tradisional untang-anting secara serempak. Dilanjutkan dengan penampilan Tari Nusantara oleh 10 orang penari perempuan. Mereka menarikan beragam tarian khas nusantara yang dikemas menjadi satu kesatuan.

Pewarta: Lizya Oktavia
Penyunting: Lizya Oktavia
Foto: Lizya Oktavia