Perempuan- perempuan warga Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, yang berjumlah 25 ini bukan ibu rumah tangga biasa. Di sela-sela menjalankan kehidupan sebagai istri, mereka tetap bisa berkarya dan berprestasi. Yang terbaru, mereka berhasil menjurai Batu Hadrah Festival Antar Desa Se-Kota Batu 12 Oktober lalu. Apa rahasianya?

Keseimbangan usaha dan doa. Inilah salah satu kunci kesuksesan Manatul Maulana, tim hadrah dari Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, saat mengikuti Batu Hadrah Festival 2017 di Gedung Pancasila Balai Kota Among Tani, Kota Batu, 12 Oktober lalu. Tim yang terdiri dari 25 ibu rumah tangga ini berhasil keluar sebagai yang terbaik dalam festival tersebut.

Sugeng, pembina sekaligus ketua koordinator kesenian Desa Tlekung, mengaku kalau timnya tak pernah menyangka bakal jadi juara pada acara yang diikuti 17 desa tersebut. Hal itu dia ungkapkan saat ditemui di rumahnya, Jalan Sumber Darmi, RT 03 RW 01, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, kemarin (19/10). Dia menilai, tim lain tampil bagus, baik dari segi suara maupun gerakan tarian.

”Awalnya sulit percaya (bakal jadi juara), karena sempat mengalami kendala saat latihan,” kata Sugeng kepada Jawa Pos Radar Batu.

Beberapa hari sebelum perlombaan, dua personelnya sempat dirawat di rumah sakit. Yaitu, Rustin Eni Wati dan Etik. Dua personel ini mengalami sakit jantung dan komplikasi. ”Hampir dua minggu kami latihan tanpa dua personel ini karena sedang rawat inap di rumah sakit,” terang pria kelahiran 18 november 1971 ini.

Namun, beruntung pada H-3 pelaksanaan festival, dua personel tersebut sudah sembuh. Mereka langsung diajak latihan untuk mempersiapkan lomba.

Waktu latihan tim hadrah Manatul Maulana untuk mempersiapkan diri mengikuti lomba ini sekitar 1 bulan. Dalam seminggu, latihannya dua kali, yaitu Selasa dan Rabu malam. ”Waktu yang singkat itu kami pakai untuk latihan,” tambahnya.

Hal lain yang juga menjadi kendala saat latihan adalah waktu. Sangat sulit menemukan waktu yang pas saat semua personel memiliki waktu luang. Sehingga, timnya beberapa kali latihan tanpa personel penuh lantaran ada kesibukan masing-masing yang sulit ditinggalkan.

”Namanya juga ibu-ibu, Mas, kadang ada yang izin pengajian, izin arisan, atau kondangan,” ungkap pria tiga anak ini sambil tertawa.

Ada satu ”ritual” yang selalu dilakukan timnya sebelum bertanding atau tampil di sebuah acara. Yakni, berdoa sebelum pertandingan dan diakhiri dengan membaca salawat. ”Biar dimudahkan di pertandingan,” ujarnya.

Selain menjuarai Batu Hadrah Festival 2017, tim hadrah Manatul Maulana sudah 12 kali menjuarai lomba hadrah, baik di tingkat kecamatan maupun Kota Batu. Di antaranya, juara 1 lomba hadrah tingkat Kota Batu tahun 2015, dan Juara 1 hadrah tingkat Kecamatan Junrejo pada tahun 2016.

Timnya yang berdiri sejak 2005 silam atau 12 tahun yang lalu ini juga sering diundang sebuah acara di Malang Raya. ”Kalau yang terbaru, juara festival tingkat Kota Batu itu,” tambah pria yang juga modin Desa Tlekung ini.

Ke depan, dia berharap timnya bisa terus berprestasi dalam seni musik religi. Sehingga, timnya bisa menjaga kearifan lokal musik hadrah. ”Minimal bisa mempertahankan prestasi itu,” harapnya.

Pewarta : Dwiyan Setya
Penyunting : Imam Nasrodin
Copy Editor : Arief Rohman
Foto : Darmono