Umurnya memang masih 11 tahun, tapi Adzra Afifah Humairah tak pernah mengenal kata menyerah. Bahkan, gadis pengoleksi 8 medali dan piala taekwondo ini pernah bertanding dalam kondisi kaki bengkak, tetapi tetap menang.

Bocah yang mengenakan seragam sekolah merah-putih itu tampak melepas sepatu di teras rumahnya, Jalan Sultan Agung, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Senin lalu (16/10).

Beberapa menit kemudian, bocah itu keluar dari rumah bercat putih tersebut sambil membawa beberapa medali. Dia adalah Adzra Afifah Humairah, pendekar cilik peraih medali emas pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Taekwondo kategori prakadet putri U-29 (29 kilogram) di Kota Kediri, 5–8 Oktober lalu.

”Ini (medali emas) yang baru dapat di Kejurprov Kediri,” kata Adzra Afifah Humairah kepada Jawa Pos Radar Batu sambil menunjukkan medali emas yang diraih di kejurprov, Senin (16/10).

Bocah 11 tahun ini membeberkan, salah satu kunci suksesnya dalam meraih prestasi tersebut adalah motivasi tak biasa dari pelatihnya, yakni Adi Santoso. Tiap akan menghadapi kejuaraan, pelatihnya selalu memutarkan video dukumenter atlet taekwondo kelas nasional. ”Tiap jelang lomba diputarkan video motivasi oleh pelatih,” terang bocah kelahiran 19 September 2006 ini.

Hingga kemarin, bocah yang biasa dipanggil Rara ini sudah mengumpulkan 8 medali dan sejumlah piala. Di antaranya, juara 1 Kejuaraan Taekwondo Kejurprov Surabaya kategori pemula pada 2016, juara 1 Kejuaraan Taekwondo kategori pemula Pekan Olahraga Kota (Porkot) Batu pada 2016, juara 2 Kejuaraan Taekwondo kategori pemula kejuaraan antarpelajar dan mahasiswa se-Malang Raya, juara 2 Kejuaraan Taekwondo Antarpelajar kategori pemula kejurprov di Bondowoso pada 2017, dan medali emas di Kejurprov Kota Kediri. ”Semuanya (piala dan medali) masih disimpan di (dalam) rumah,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Rara pernah punya pengalaman yang sulit dilupakan saat mengikuti pertandingan. Tepatnya saat berlaga di Porkot Batu tahun 2016. Kala itu, Rara sempat menangis keras jelang laga final. Sebab, kakinya mengalami bengkak. ”Sakit sekali kaki saya waktu laga final itu, tapi Alhamdulillah saya bisa juara,” kenang siswi MI Lukman Al Hakim ini.

Rara pun mengaku jatuh cinta pada olahraga taekwondo karena saran orang tuanya, Aries Setiawan dan Dian Hikmawati. Mereka ingin Rara bisa meneruskan hobi sang ayah. ”Kami ingin Rara punya keberanian dan dapat meneruskan bakat ayahnya,” harap Dian Hikmawati.

Pewarta : Dwiyan Setya
Penyunting : Imam Nasrodin
Copy Editor : Indah Setyowati