Menduduki peringkat ke-3 se-Jawa Timur kategori kampus swasta, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang terus berupaya mendorong para dosen untuk meningkatkan penelitian. Peringkat ke-3 ini menurut Fourry Handoko, ST, SS, MT, Ph.D., Ketua LPPM ITN, dilihat dari bidang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Sedangkan ditingkat nasional ITN Malang menduduki peringkat ke-52.

“ITN Malang menduduki peringkat ke-3 (Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat) setelah UMM dan Petra. Ini kalau dikerucut pada tingkat institut tentu saja ITN nomor satu,” ungkapnya saat ditemui dalam kegiatan Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat di auditorium ITN Malang, Selasa (30/1).

Menurut Fourry, LPPM ITN Malang terus berupaya memfasilitasi, mendorong, dan menguatkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, karena bidang tersebut memegang 30% penilaian perguruan tinggi. Untuk itulah jumlah penelitian dan abdimas ITN Malang terus meningkat, pendanaan tahun 2018 tercatat ada 53 penelitian dan 43 abdimas. Jumlah ini naik dari tahun sebelumnya yang hanya 49 penelitian dan 28 abdimas.

Seperti mendapat angin segar, tahun ini keinginan menguatkan penelitian dan abdimas ITN Malang semakin terbuka. “Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) membuat kebijakan, sekarang yang mendapatkan (pendanaan) eksternal bisa juga mendapat (pendanaan) internal. Dengan syarat h-index scopus harus 2 ke atas,” katanya.

Peringkat Ke-3 Jawa Timur, LPPM ITN Malang Dorong Penelitian dan Abdimas Dosen

Peringkat Ke-3 Jawa Timur, LPPM ITN Malang Dorong Penelitian dan Abdimas Dosen

Tidak hanya dalam jumlah penelitian dan abdimas saja yang tingkatkan, namun manajemen, transparansi dana, dan tanggung jawabpun harus terus ditingkatkan. Evaluasi ini terprogram dalam “Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Pendanaan ITN Bagi Dosen Tahun 2017” digelar di auditorium ITN Malang.
“Kalau kita membuat program-kan harus ada pertanggungjawabannya, sesuai dengan apa yang kita kerjakan atau tidak. Abdimasnya, luaran, targetnya bagaimana,” tambahnya.

Menanggapi proposal 2018, Fourry menyebutkan sudah ada 101 proposal eksternal yang sudah masuk, sedangkan untuk eksternal-internal ada sekitar 130 proposal. Kenaikan proposal yang didanai dari tahun ke tahun diimbangi dengan kenaikan pendanaan internal ITN. Begitupula yang terindek scopus total sudah ada 86 penelitian.

“Untuk naik dari Klaster Utama ke Mandiri banyaknya luaran bisa tercapai apabila penelitiannya juga banyak. Maka kami memberikan peluang bagi dosen melakukan penelitian untuk mengejar diumumkan tahun 2019 nanti,” terang alumni University of Melbourne tersebut. (mer/humas)