Sorotan itu dilontarkan saat pembahasan RABPD Tahun 2018 Rabu (22/11) kemarin. Rencananya, pengadaan tiga unit alat berat eskavator itu dilakukan, mendukung peningkatan sektor pertanian. Bahkan pengadaan itu diperuntukkan membuka lahan pertanian di kawasan Gerokgak.

Namun karena besarnya anggaran yang tersedot, dewan pun mulai mempertanyakan hal itu. Pertanyaan itu dilontarkan Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Buleleng dari fraksi Demokrat, Dewa Putu Tjakra. Politisi asal Desa Tembok ini minta agar program tersebut dibuat dengan matang.

“Ada pengadaan tiga unit alat berat eksavator itu, untuk apa? Dijelaskan dong peruntukannya. Kalau memang untuk pertanian kami memahami, tapi apakah nanti itu tepat sasaran? Program harus dibuat matang, sehingga capaian biaya yang dikeluarkan tepat sasaran,” ujar Dewa Tjakra.

Pengadaan tiga unit eksavator itu, merupakan hasil Musrenbang tahun 2018 yang fokus pada sektor pertanian. Yang digarap mulai hulu hingga hilir. Sehingga, untuk mendukung program tersebut Distan Buleleng diberikan dana untuk pengadaan tiga unit eksavator itu.

Satu unit exavator yang dibandrol Rp 700 juta tersebut akan dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan sektor pertanian. Diantaranya, untuk mengatasi kerusakan alur sungai dan memperlancar aliran sungai. Selain itu, alat ini juga untuk melakukan inovasi pertanian dengan organik, untuk menggali lubang yang akan dipakai membuat kompos.

Bahkan, alat ini juga akan disiapkan untuk mendukung perluasan lahan pertanian baru di Kecamatan Gerokgak. Untuk mendukung perluasan lahan pertanian itu, bendungan Titab akan dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian di Gerokgak. Mengingat, banyak sawah yang belum terairi.

Di sisi lain, Dewan Buleleng memang mendukung upaya pengadaan alat berat itu. Sebab dengan adanya alat berat, maka sektor pertanian akan berkembang dengan tekhnologi yang ada. Selain pertanian, keberadaan alat berat itu juga dimaksimalkan untuk membantu penanganan pasca bencana.

“Topografi Buleleng kan rawan bencana. Alat berat ini juga bisa difungsikan untuk penanganan pasca bencana,” kata anggota DPRD Buleleng dari fraksi Golkar, Putu Tirta Adnyana.

Namun, mengingat keterbatasan anggaran, Tirta Adnyana meminta agar pengadaan 3 unit alat berat dilakukan secara bertahap. “Itu kan 3 unit alat berat eksavator, itu untuk barat, tengah, timur. Nah, ini harus diperhatikan. Pengadaan harus dilakukan bertahap, prioritaskan untuk wilayah barat yang mendesak. Jangan sekalian pengadaannya. Bertahap saja,” sarannya.

Tirta juga mengingatkan jika biaya pemeliharaan alat berat itu cukup besar. Jangan sampai, karena pembiayaan pemeliharaan cukup besar, nantinya alat berat tersebut malah menjadi sia-sia atau terbengkalai.

 “Pertimbangkan dulu, karena ini menyerap biaya pemeliharaan yang lebih besar, maka kembali lagi saya sarankan agar pengadaannya dilakukan bertahap,” tutupnya. 

(bx/dik/ima/yes/JPR)