Pencairan DD Tahun Ini Tiga Tahap

Kepala Bidang Pengembangan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Blora Tumei Suharno mengatakan, perubahan skema penyaluran DD ini upaya mendukung skema padat karya tunai (cash for work) mengentaskan kesmikinan di desa. 

Sehingga, terbit Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 225/PMK.07/2017 tentang tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah. ‘’Jadi setelah PMK Nomor 225/PMK.07/2017 penyaluran DD semula dua tahap menjadi tiga tahap,” jelasnya.



Dengan penyaluran tiga tahap ini, dengan ketentuan tahap pertama sebesar 20 persen. Disalurkan paling cepat Januari ini dan paling lambat minggu ketiga Juni. Sementara tahap kedua, disalurkan 40 persen. Paling cepat disalurkan Maret dan paling lambat minggu keempat Juni. 

Sedangkan, tahap ketiga disalurkan 40 persen. Paling cepat di Juni. ‘’Tapi persyaratannya harus melaporkan penggunaan DD pada tahap sebelumnya,” ujarnya.

Sehingga, dengan berubahnya skema penyaluran DD ini bisa membuat desa semakin lebih tertib administrasi lagi. Dan, tidak ada penumpukan laporan. Namun, skema baru ini juga terjadi perubahan alokasi dasar DD. Jika pada 2017 alokasi dasar DD sebesar 90 persen atau sebesar Rp 720 juta.

Pada 2018 ini alokasi dasarnya hanya 77 persen atau Rp 616 juta setiap desa. Namun, anggaran DD 2018 ini meningkat menjadi Rp 229 miliar. Sedangkan, pada 2017 lalu hanya Rp 214 miliar. 

(bj/fud/rij/faa/JPR)