KOTA BATU – Untuk beberapa waktu ke depan, nasib Gedung Sendratari di Jalan Sultan Hasan Halim, Kelurahan Sisir, Kota Batu, bakal tetap sama. Tetap mangkrak, berteman tumbuhan liar dan coretan vandalisme di sekeliling pagar. Indikasi itu mencuat karena hingga saat ini belum ada pihak yang menyatakan dirinya sebagai pengelola.

Pemkot Batu mengaku bila gedung tersebut belum diserahkan secara resmi oleh pihak ketiga. ”Secara resmi, hitam di atas putih, belum ada (penyerahan),” terang Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gedung Sendratari tersebut dibangun pada tahun 2015 lalu. Ada anggaran sekitar Rp 1,6 miliar yang disediakan untuk pembangunan tahap pertama. Tapi, kondisinya sekarang cukup memprihatinkan, berbanding terbalik dengan semangat awal menjadikan gedung tersebut sebagai pusat pertunjukan kesenian layaknya di Putra Barong, di Gianyar, Bali.

Terkait teknis awal pembangunan gedung tersebut, Punjul mengakui kalau Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang-lah yang mempunyai program tersebut. ”Dibangun di situ karena lokasinya dekat dengan Alun-Alun Kota Batu, sehingga bisa digunakan untuk pentas kesenian,” tambah Punjul.

Karena belum diserahkan pihak ketiga, pengelolaannya pun jadi kabur. ”Kalau rencananya memang akan dikelola Kelurahan Sisir,” kata Punjul.

Disinggung terkait kondisi bangunan yang terbengkalai, dia menyatakan bila itu merupakan tanggung jawab pihak ketiga. ”Selama belum diserahkan, berarti masih dibangun,” ujarnya.

Dia pun memastikan kalau langkah penanganan terhadap gedung tersebut akan segera dilakukan. ”Nanti pasti lah (akan dibersihkan) untuk bisa dimanfaatkan,” singkatnya.

Sebelumnya, Plt Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono mengaku siap bila ditunjuk mengelola gedung tersebut. Sebelum itu, dia berharap ada bukti serah terima yang sah dari pihak ketiga.

Pewarta : Aris Dwi
Penyunting : Bayu Mulya
Copy Editor : Arief Rohman
Foto :Darmono