BERSAMA MENTERI: Dari kiri ke kanan, Ketua DPRD Abdul Hakim, Mendikbud Muhadjir Effendy, Wali Kota Malang Moch. Anton, dan Pendiri Yayasan Inggil Dwi Cahyono meminum dawet di salah satu stan Malang Tempo Doeloe.

 

Kemarin (12/11) sepanjang Jalan Besar Ijen dipenuhi deretan dagangan bernuansa tempo doeloe. Mulai desain stan, makanan yang dijajakan, hingga pedagangnya pun juga berpakaian ala tempoe doeloe.

Itulah festival Malang Tempo Doeloe (MTD) yang digelar Yayasan Inggil, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang, dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang.

Acara yang sempat vakum enam tahun atau sejak 2011 itu juga menyuguhkan berbagai kegiatan menarik. Misalnya, Festival Kelapa Jadi Apa yang diikuti sebanyak 3.000 perempuan. Mengenakan busana jadul, para ibu-ibu itu memarut kelapa secara serentak.

Aksi itu juga diiikuti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, Wali Kota Malang Moch. Anton, Ketua DPRD Kota Malang Abdul Hakim, dan Kapolres Malang Kota AKBP Hoiruddin Hasibuan. Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang Dewi Farida Suryani, Sekretaris DPD PDIP Provinsi Jatim Sri Untari, dan Ketua DPC Partai Hanura Ya’qud Ananda Gudban juga nimbrung dalam acara tersebut. Mulai dari pejabat hingga rakyat, semuanya tumplek blek menikmati berbagai suguhan di acara MTD.

Foto : Darmono / Radar Malang