Peduli Menstruasi Berdaya Tanpa Batas

JawaPos.com– Perlu diketahui, setiap tanggal 28 Mei diperingati sebagai Hari Kebersihan Menstruasi Sedunia. Bukan tanpa sebab, 28 Mei dipilih tak lepas dari fakta mengenai menstruasi itu sendiri. Hari itu juga menjadi ajang edukasi pada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan selama menstruasi.

“Rata-rata wanita menstruasi dengan interval sekitar 28 hari sekali. Lalu, rata-rata lama menstruasi lima hari (lima diasosiasikan dengan Mei), sehingga setiap tahun diperingati pada 28 Mei,” kata Dr.Eni Gustina, MPH, Direktur Kesehatan Keluarga, Ditjen.Kesehatan Masyarakat, Kementrian Kesehatan.

Karenanya, jejaring AMPL (Air Minum dan Penyehatan Lingkungan) yang merupakan kolaborasi dari beberapa lembaga, antara lain Plan Internasional Indonesia, Unicef, SNV, Simavi, Wahana Visi Indonesia, SPEAK Indonesia dan YPCII, menyelenggarakan perayaan tersebut di Grand Indonesia, Jakarta (25/5). Hal itu bertujuan untuk menyebarluaskan isu Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) melalui gerakan bersama dari kementerian, lembaga dan mitra terkait bidang sanitasi serta melibatkan masyarakat.

Sanitasi sekolah merupakan salah satu elemen penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Meningkatnya akses sanitasi di sekolah berdampak signifikan terhadap peningkatan kesehatan dan kenyamanan siswa dan siswi di sekolah dan angka partisipasi sekolah.

Fasilitas sanitasi di sekolah yang kurang memadai kerap membuat siswi enggan mengganti pembalut saat menstruasi. Misalnya toilet yang tidak bersih. Lalu gelap atau remang-remang, tidak tersedia air bersih dan tempat sampah. “Hal-hal Itu bisa membuat siswi mengurungkan niatnya mengganti pembalut,” kata Eni.

Salah satu komponen terpenting dari sanitasi sekolah adalah isu Manajemen Kebersihan Mestruasi (MKM). Pasalnya, sampai saat ini isu MKM merupakan hal tabu untuk dibicarakan dan dianggap bukan isu yang penting untuk ditangani. Unicef menemukan fakta bahwa satu dari enam siswi tidak masuk sekolah pada saat menstruasi. Tiga penyebab utamanya adalah rendahnya sarana sanitasi yang layak di sekolah, minimnya akses informasi mengenai cara mengelola kebersihan menstruasi secara baik dan benar, dan terbatasnya pengetahuan guru tentang MKM (Burnet Institute, 2015).

“isu MKM terkait erat dengan pencapaian beberapa target Sustainable Development Goals, antara lain tujuan kehidupan sehat dan sejahtera, pendidikan berkualitas, kesetaraan jender serta air bersih dan sanitasi layak,” lanjut Eni.

MKM juga merupakan upaya menciptakan kondisi di mana perempuan dan remaja putri memiliki pengetahuan yang benar dan pola hidup yang bersih dan sehat ketika menstruasi, seperti menggunakan pembalut (baik pembalut sekali pakai atau pembalut kain) yang dapat diganti sesering mungkin selama menstruasi.

“Kami harap, melalui kegiatan ini dapat mendorong kepedulian semua pihak untuk terlibat dalam kampanye MKM, agar meningkatkan kesadaran dan pengetahuan remaja putri mengenai pola hidup yang bersih dan sehat ketika menstruasi, serta mendorong pengambil kebijakan menjadikan MKM sebagai bagian dari pedoman kesehatan reproduksi remaja,” sambung Eko Wiji Purwanto, Ketua Pelaksana Harian AMPL.

Jadi, pastikan saat menstruasi untuk rutin mengganti pembalut paling lama enam jam sekali. Lalu, rajin-rajin bersihkan area vagina dari darah sehingga organ intim tetap bersih dan jauh dari risiko infeksi. 

Perayaan Hari Kebersihan Menstruasi tahun ini menghadirkan Bincang Sehat dengan tema “Peduli Menstruasi, Berdaya Tanpa Batas” dengan pembicara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dr. Dyana Safitri Velies, SpOG (K), MKes, Nadine Alexandra (Putri Indonesia 2010), Syahnaz Haque dan Gilang Ramadhan, dipandu moderator Kenia Gusnaeni dan Arie Kriting.

Kegiatan kampanye Hari Kebersihan Menstruasi juga akan dipublikasikan melalui website resmi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan serta melalui media sosial pada 26-29 Mei 2018.

Untuk menyebarluaskan kampanye MKM di kalangan anak muda, Jejaring AMPL juga mengajak anak muda untuk mensosialisasikan kebersihan dan kesehatan menstruasi di media sosial dengan mengusung #MentruasiBukanTabu #BerdayaTanpaBatas dan #NoMoreLimits.

(yln/JPC)