Wardjo, 65, pengrajin pandai besi dari Desa Karangpandan, Pakisaji, Malang.

Di Malang Raya, tidak banyak pandai besi yang menggunakan cara tradisional. Dari yang sedikit itu, ada nama Wardjo, 65, pengrajin pandai besi dari Desa Karangpandan, Pakisaji, Malang. Sehari-harinya dia dibantu putrinya, Epi Astiningsih, dan cucunya, Alvin David, menggarap pesanan dengan menggunakan pola tradisional.

Saat pande besi lain kebanyakan pindah ke blower untuk memanasi bahan, Wardjo masih menggunakan sebuah alat yang diberi nama ubub. ”Menurut pemesan, besi lebih matang menggunakan cara tradisional,” kata dia yang terbiasa menerima pesanan sabit, pisau, dan beberapa alat pertukangan.

Foto: Darmono
Teks: Irham Thoriq