OJK Telisik 21 Transaksi Terduga Goreng Saham, Ini Sanksi Terberatnya | JawaPos.com

JawaPos.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan tengah  melakukan pemeriksaan terkait transaksi dan lembaga efek. Pemeriksaan  terhadap 21 kasus transaksi mencurigakan  ini telah dilakukan sejak awal tahun dan  dilakukan terkait indikasi perdagangan semu atau goreng saham.

Kepala Departemen Pengawas Pasar Modal 2B OJK Djustini Septiana menjabarkan, hal ini baru tahap awal saja. Namun, terdapat juga pemeriksaan yang sudah naik ke tahapan pemeriksaan berikutnya.

“Kami dapat data potensi perdagangan semu. Apakah benar iya atau tidak, kita tidak tahu. Baru tahapan awal,” ujarnya saat ditemui di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Jumat (10/8).

Djustini menuturkan, biasanya pemeriksaan transaksi yang diduga indikasi goreng saham berakhir mentah. Namun, bagi transaksi yang sudah dalam proses selanjutnya hingga dipastikan terbukti atau terindikasi goreng saham akan dikenakan sanksi.

“Oh enggak. Akan ada nanti, tenang saja. Sudah ada beberapa yang akan kita sanksi. Tapi apakah tahap awal atau sudah tahap pemeriksaan saya belum tahu saya harus dipastikan dulu,” tuturnya.

Djustini menegaskan, sanksi bagi perusahaan efek atau sekuritas dapat berupa pencabutan izin. Sementara untuk nasabah pelaku goreng saham, sanksinya mulai dari denda hingga masuk ke ranah hukum.

“Kalau terbukti pidana ya kita pindahkan ke pidana, tergantung dengan kesalahannya,” imbuhnya.

Selain itu, Djustini menambahkan, sejak awal tahun OJK juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 24 emiten dan perusahaan publik. Ada pula 1 pemeriksaan terkait pengelolaan investasi.

OJK juga telah menjatuhkan 303 sanksi administrasi denda, 179 sanksi administratif peringatan tertulis, 3 sanksi administratif berupa pencabutan izin dan 3 perintah tertulis kepada perusahaan efek.

(mys/JPC)