Anda yang besar di era 90-an, mungkin tidak asing dengan judul sinetron ”Sengsara Membawa Nikmat”. Nah, apa yang menimpa Markonah, 23, ini kebalikan dari judul sinetron itu. Kisah percintaannya dengan Markucel, 31, warga Desa Sidomulyo, Kota Batu, ini pas jika diberi judul ”Nikmat Membawa Sengsara”.

Ceritanya begini. Dulu, ketika masih pacaran, Markucel adalah tipikal pria yang sempurna. Setidaknya di mata Markonah.

Karena itulah, Markonah rela melakukan apa saja untuk pria yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan itu. Termasuk ketika sang pria pujaan hati memintanya untuk menyerahkan keperawanan.

Barangkali, karena terlalu menikmati adegan demi adegan, aksi ranjang keduanya pun membuahkan hal yang tak diinginkan. Markonah hamil.

Sebagai lelaki yang ingin selalu terlihat sempurna di depan wanitanya, Markucel mau bertanggung jawab. Keduanya lantas menikah pada 15 Mei 2015.

Tapi, mahligai pernikahan itu bagi keduanya ternyata tak seindah masa pacaran. Sebab, sebulan setelah pernikahan berjalan, sikap Markucel berubah. Dia jadi terlalu cuek.

Ketika sang buah hatinya lahir, Markucel masih menunjukkan sikap tak acuhnya pada Markonah. Yang kebangetan, Markucel tidak mau memberikan nafkah pada Markonah dan putra semata wayangnya.

Awalnya, Markonah berusaha bersabar sambil berharap suaminya bisa kembali menjadi Markucel yang sempurna dan penyayang. Tapi, kesabaran Markonah juga ada batasnya.

Belum lama ini, Markonah memutuskan untuk menggugat cerai Markucel. Bahkan, pada sidang perceraian yang digelar di Pengadilan Agama (PA) Kota Malang Kelas 1 A Rabu (25/4), Markonah mengungkapkan bahwa dirinya ikhlas berpisah dengan sang suami.

”Sendiri lebih enak. Bisa bebas, siapa tahu nanti dapat yang lebih kaya dan ganteng,” pungkas dia.

Pewarta: Rino Hayyu
Penyunting: Indra Mufarendra
Copy Editor: Dwi Lindawati
Ilustrasi: Andhi Wira