Warga yang dibantu anggota kepolisian dan Perbakin Banyuwangi, terus memburu kawanan monyet liar yang telah meresahkan warga itu. Kali ini upaya warga membuahkan hasil, satu ekor monyet berhasil dilumpuhkan dengan ditembak mati.

Monyet itu ditembak saat berada di atas pepohonan cukup tinggi yang ada di Dusun Krajan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Minggu sore (12/11). “Ditembak menggunakan senapan angina oleh teman-teman dari Perbakin,” terang Johar, 39, warga Dusun Krajan, Desa Kedungrejo, kemarin (13/11).

Menurut Johar, sejak kawanan monyet itu menyerang warga dan jatuh korban, warga bersama anggota Perbakin dan kepolisian terus memburunya. Daerah yang diduga tempat persembunyiannya, terus diobok-obok. “Kawanan monyet itu terus pindah-pindah,” terangnya.

Saat perburuan monyet di pusatkan di daerah Dusun Krajan, Desa Kedungrejo, ada yang melihat seekor monyet berada di atas pepohonan. Para siniper dari Perbakin dan kepolisian langsung memburu. Satu ekor monyet, berhasil ditembak dan jatuh. “Monyet yang kena tembak itu berukuran kecil, masih ada yang lebih besar,” terangnya.

Kapoksek Muncar, Kompol Agus Dwi Jatmiko, mengatakan monyet liar itu sudah meresahkan warga. Jika tidak ditembak mati, warga terancam keselamatannya. “Jika tidak dibunuh, pasti akan mengancam keselamatan warga,” katanya.

Sejak monyet itu menyerang warga, warga memang gencar memburu. “Monyetnya tidak takut dengan warga, saat akan dipukul malah melawan dan mengejar warga, gimana tidak meresahkan,” dalihnya.

Meski sudah ada satu yang tertembak, kapolsek menyatakan perburuan pada kawanan monyet akan terus dilakukan. Dari keterangan warga, jumlah kawanan monyet itu ada enam ekor. “Warga juga harus melaporkan keberadaan monyet liar itu jika melihatnya,” terangnya.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, kawanan monyet  sejak dua pekan terakhir telah meresahkan warga. Monyet liar yang belum diketahui asalnya itu, telah menyerang tiga warga hingga terluka.

Ketiga warga yang terluka karena dicakar dan gigit oleh kawanan monyet itu adalah Istikomah, 45, dan Siti Arofah, 42, keduanya warga Dusun Mangunrejo, Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, dan Ibad, 3, asal Dusun Kedungdandang, Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar.

Saat diserang kawanan monyet, Istikomah dan Siti Arofah mengalami luka di kepala bagian belakang dan di bagian leher. Sedang Ibad, terluka di bagian leher. “Monyet yang ada di Desa Blambangan pindah ke Desa Tapanrejo,” ujar Suyono, 41, ayah Ibad yang tinggal di Dusun Kedungdandang, Desa Tapanrejo.

Menurut Suyono, Ibad diserang kawanan monyet pada Jumat (10/11) sekitar pukul 11.00. Saat itu, dia bersiap-siap ke masjid untuk salat Jumat. Sedang putranya, Ibad, bermain di depan rumah. “Saya akan Jumatan, tiba-tiba Ibad menjerit dicakar monyet,” terangnya.(rio/abi)

(bw/rio/ics/JPR)