Dia menabrak pejalan kaki di Jalan Desa Alaskandang, Kecamatan Besuk. Lantaran panik, Sofi sempat kabur usai menabrak. Apesnya, saat kabur dia justru menabrak tumpukan batako. Akibatnya, dia tewas di lokasi kejadian.

Informasinya, peristiwa kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 12.00. Insiden itu bermula saat korban Sofi mengendarai Sepeda motor Honda Nopol N 2406 PD melaju dari arah selatan ke utara. 

DISINI LOKASINYA: Petugas kepolisian menunjukkan tumpukan batako yang ditabrak korban.
(Satlantas Polres Probolinggo for Jawa Pos Radar Bromo)

Namun sebelumnya yakni di jalan desa depan Kantor Pos Besuk, Sofi mendahului kendaraan minibus yang tidak dikenal. Nah, saat mendahului, motor yang dikendarai Sofi, terlibat serempetan dengan minibus. 

“Kecelakaan diduga karena korban pengendara sepeda motor kurang hati-hati. Saat mengendarai sepeda motor tanpa menggunakan helm, diduga melajukan motornya dengan kecepatan ngebut,” kata Kanit Laka Ipda Siswandi kepada Jawa Pos Radar Bromo.

Siswandi menjelaskan, saat sepeda motor korban Sofi serempetan dengan minibus tak dikenal, langsung oleng ke kanan. Dia pun menabrak pejalan kaki yakni Suttoro, 70, Kelurahan /Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo. 

Usai menabrak Suttoro, Sofi malah berusaha kabur dengan melaju ke utara. Hingga akhirnya, korban Sofi malah menabrak tumpukan batako yang ada di Desa Alaskandang. Tabrakan itu membuat Sofi terpental ke aspal jalan. 

“Korban Sofi sendiri langsung dilarikan ke RSUD Waluyojati Kraksaan. Tapi setelah  mendapatkan perawatan, ternyata korban tidak dapat diselamatkan. Mungkin karena luka setelah terkena benturan dengan aspal jalan,” terangnya. 

(br/fun/mas/fun/JPR)

Source link